TIPS KESEHATAN : Hati-Hati! Begini Akibatnya Jika Terlalu Sering Bekam

Ilustrasi bekam (Boldsky)
22 Februari 2017 11:10 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Tips kesehatan kali ini tentang bahaya bekam.

Solopos.com, SOLO – Bekam merupakan salah satu terapi alternatif yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Terapi ini bahkan telah ada sejak ribuan tahun lalu. Selama ini, bekam disebut-sebut mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Terapi bekam dilakukan untuk menyedot darah kental yang mengandung racun dengan cara mengekop beberapa titik di tubuh. Pengobatan ini biasanya dilakukan oleh beberapa orang terapis yang mengklaim mengerti cara melakukan bekam dengan benar. Tapi, tahukah Anda, jika pengobatan bekam ini juga bisa menimbulkan bahaya?

Dilansir Boldsky, Selasa (21/2/2017), terapi bekam dilakukan dengan cara memecah pembuluh darah kecil di permukaan kulit yang membuat kulit berubah warna menjadi biru keungu-unguan. Jika dilakukan terlalu sering, terapi ini justru akan memperburuk kondisi pembuluh darah di dalam tubuh.

Terapi bekam juga membuat tubuh terasa nyeri yang luar biasa. Bagian tubuh yang telah dibekam biasanya akan mengalami luka yang perlu waktu lama untuk sembuh. Jika dilakukan pada titik yang salah, terapi bekam justru akan membuat kondisi tubuh semakin memburuk.

Anda tentu tidak menginginkan hal itu terjadi bukan? Oleh sebab itu, perhatikanlah beberapa hal berikut sebelum melakukan bekam:

Pilih terapis yang tepat

Anda harus jeli memilih terapis yang tepat sebelum melakukan bekam. Sebaiknya berkonsultasilah kepada dokter sebelum terapi. Meski diklaim bermanfaat, para dokter sangat jarang menyarankan seseorang melakukan terapi bekam. Jika memang terpaksa harus melakukan bekam, sebaiknya datanglah ke klinik medis khusus yang menyediakan layanan bekam.

Perawatan luka usai bekam

Setelah melakukan bekam, tubuh akan mengalami luka yang cukup serius. Luka itu ditandai dengan kulit yang membiru dan terasa nyeri ketika di sentuh. Jika dibiarkan, luka tersebut akan sembuh dalam waktu yang lama. Sebaiknya, minumlah obat pereda rasa nyeri dan oleskan salep anti-septik pada bagian tubuh yang terluka untuk mempercepat proses penyembuhan.

Perhatikan kondisi tubuh

Terapi bekam tidak boleh dilakukan oleh wanita yang tengah menstruasi, hamil, dan menyusui. Selain itu, bekam juga dilarang bagi orang yang menderita anemia. Sebelum bekam, Anda disarankan untuk makan terlebih dahulu. Namun. Setelah bekam, Anda tidak boleh langsung mandi. Berikan jeda pada tubuh untuk beristirahat minimal dua jam.

Perhatikan kebersihan alat

Saat hendak bekam, pastikan alat dan terapis yang akan melakukan terapi dalam keadaan bersih dan steril. Jangan mau di bekam dalam kondisi ruangan yang kotor dan terapis yang tidak steril. Sebab, saat dibekam, pori-pori kulit akan terbuka dan mudah terinfeksi bakteri serta kuman.