WISATA SOLORAYA : Yuk! Pacu Adrenalin Trekking Jurug Kemukus Wonogiri

Air terjun Kemukus Wonogiri (Mariyana Ricky/JIBI - Solopos)
10 Maret 2017 19:25 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Lifestyle Share :

Wisata Soloraya tepatnya di Wonogiri punya pesona indah tak bisa dilewatkan.

Solopos.com, WONOGIRI -- Kota Gaplek menjadi salah satu wilayah yang berada di area Geopark Gunung Seribu. Kars tropis yang membentang antara Parangtritis, Yogyakarta hingga Pacitan, Jawa Timur tersebut membentuk deretan bukit dengan ketinggian beragam. Di antara bukit-bukit inilah, banyak dijumpai telaga, luweng (sink holes), dan gua kars serta aliran sungai bawah tanah.

[caption id="attachment_800393" align="alignleft" width="370"]http://images.harianjogja.com/2017/03/Pesona-Air-Terjun-Kemukus.jpg">http://images.harianjogja.com/2017/03/Pesona-Air-Terjun-Kemukus-370x278.jpg" alt="Air terjun Kemukus Wonogiri (Mariyana Ricky/JIBI/Solopos)" width="370" height="278" /> Air terjun Kemukus Wonogiri (Mariyana Ricky/JIBI/Solopos)[/caption]

Eksotisme panorama alamnya tak perlu diragukan untuk menjadi pesona yang laik dinikmati. Sabtu (26/11), Solopos.com berkesempatan menelusuri bagian terjauh area Geopark Gunung Seribu di Kabupaten Wonogiri. Terletak di sisi tenggara, titik terjauh itu ada di Kecamatan Karangtengah yang berbatasan langsung dengan Pacitan.

Dari Wonogiri kota, area Karangtengah berjarak dua jam mengendarai kendaraan roda dua. Kontur alam yang berbukit berikut kondisi jalan kurang bagus membuat kecamatan itu lebih lama ditempuh dibanding menuju Kecamatan Paranggupito. Lintasannya melewati empat kecamatan yakni Ngadirojo, Nguntoronadi, Baturetno, dan Batuwarno.

Namun, perjalanan panjang tersebut seolah terbayar saat disuguhi pesona indah Kecamatan Karangtengah. Di balik perbukitan kars itulah, tersimpan destinasi wisata yang elok di mata. Air terjun perawan, deretan hutan pinus, serta gardu pandang menjanjian petualangan baru penuh adrenalin.

Pacu Adrenalin

Pemerintah yang belum maksimal menggarap area ini kian membuat objek-objek tersebut menantang untuk ditelusuri. Tujuan pertama dari lawatan ke Karangtengah, adalah menyambangi Air Terjun Kemukus di Dusun Ngijo, Desa Purwoharjo. Memiliki tujuh bagian bertingkat, perlu usaha keras untuk tiba di air terjun yang berada di aliran Sungai Gading ini.

Lantaran lokasinya yang tak mudah, Solopos.com terlebih dahulu harus membuat janji dengan Perangkat Desa Purwoharjo. “Warga desa menyebut air terjun dengan sebutan jurug. Sehingga, Air Terjun Kemukus lebih dikenal dengan nama Jurug Kemukus,” terang salah seorang perangkat desa Purwoharjo, Sularno, Sabtu.

Untuk sampai di air terjun tingkat pertama, sepeda motor dipacu menuju rumah paling ujung di Dusun Ngijo. Dari situ, perjalanan berlanjut dengan trekking selama 30 menit melewati ladang dan semak belukar. Sebelum tiba di tepian sungai, barisan air terjun itu telah tampak membelah bukit hijau.

Tiga Tingkat

Air Terjun Kemukus tingkat pertama terlihat menyerupai huruf W lantaran alirannya membelah bebatuan. Selepas itu, perjalanan bersambung ke air terjun tingkat kedua yang butuh pendakian tebing setinggi 20 meter. Hanya ada seutas tali sebagai pengaman perjalanan itu.

Sularno dan salah seorang anggota karang taruna desa setempat, Alexander Adhi Wijaya bertugas mengatur jalan. Mereka membentangkan tali untuk menyeberangi sungai lalu mengaitkannya di tebing. Arus yang kencang membuat eksplorasi tersebut semakin memacu adrenaline.

Perlahan, kaki  menapak di bebatuan tebing hingga berhenti di bagian yang landai. Setelah itu perjalanan masih sekira 20 meter melewati alur setapak di antara belukar tepian tebing.

“Jika tidak bersama perangkat desa, kemungkinan pengunjung tak bisa singgah ke air terjun tingkat kedua. Pendakian tebing tanpa tali sangat berbahaya sehingga mayoritas hanya sampai di tingkat pertama. Padahal, tingkat kedua dan ketiga pemandangannya lebih indah,” kata Alex.

 

Tokopedia