WISATA SOLORAYA : Gir Pasang, Kampung Tersembunyi di Klaten Hanya Dihuni 11 Keluarga

14 Maret 2017 08:00 WIB Taufik Sidik Prakoso Lifestyle Share :

Wisata Soloraya kali ini tentang kampung tersembunyi di Klaten.

Solopos.com, KLATEN -- Kampung tersembunyi di Klaten ini tengah disiapkan menjadi destinasi wisata Klaten. Namanya, Kampung Gir Pasang.

[caption id="attachment_801178" align="alignleft" width="370"]http://images.harianjogja.com/2017/03/Embung-Tirtomulyo-Klaten-2.jpg">http://images.harianjogja.com/2017/03/Embung-Tirtomulyo-Klaten-2-370x247.jpg" alt="Embung Tirtomulyo, Tegalmulyo, Kemalang, Klaten. (Taufiq Sidik/JIBI/Solopos)" width="370" height="247" /> Embung Tirtomulyo, Tegalmulyo, Kemalang, Klaten. (Taufiq Sidik/JIBI/Solopos)[/caption]

Kampung ini terletak di lereng Gunung Merapi. Tepatnya, di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang. Desa Tegalmulyo berada di sisi selatan Gunung Merapi. Jarak puncak Merapi dengan desa setempat berkisar 4-5 km. Salah satu akses menuju desa tersebut melalui Pasar Surowono, Desa Tangkil Kecamatan Kemalang.

Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno, mengatakan ada beberapa potensi alam yang bisa menarik pengunjung ke Desa Tegalmulyo. Beberapa potensi itu mulai dirintis untuk menjadi objek wisata.

Potensi itu seperti Sendang Kemuning, Goa Jepang, dan camping ground. Tak hanya potensi alam, desa itu juga menawarkan wisata berupa kampung terisolasi bernama Gir Pasang.

Perkampungan itu kerap menjadi daya tarik bagi warga yang mengunjungi Tegalmulyo. Lokasi perkampungan terisolir lantaran berada di atas tebing antara dua sungai. Perkampungan itu hanya dihuni sekitar 11 keluarga tersebut dengan kehidupan jauh dari kata modern.

Guna menuju perkampungan tersebut, pengunjung bisa melalui jalan setapak yang terletak di tepi tebing hingga ke dasar sungai. Ketinggian tebing berkisar 70-100 meter. Belakangan akses jalan menuju ke perkampungan dibuat lebih nyaman dengan beberapa titik jalan berupa anak tangga bercor.

Selain kampung Gir Pasang, Sutarno mengatakan Tegalmulyo memiliki potensi baru bernama Embung Tirtomulyo. Embung itu rampung dibangun akhir 2016 lalu melalui program CSR salah satu perusahaan di Kabupaten Bersinar.

“Rencananya nanti di sekitar embung akan dibangun jalur downhill,” ungkapnya saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (13/3/2017).

Jalur Pendakian

Sutarno menambahkan Tegalmulyo juga memiliki potensi jalur pendakian ke Gunung Merapi melalui jalur Sapuangin. Jarak antara Sapuangin hingga Pasar Bubrah sekitar 5,2 km.

“Rencananya Mei mendatang ada peresmian pendakian Merapi melalui base camp Sapuangin. Beberapa potensi sudah ada yang digarap ada yang mulai digarap,” katanya.

Penggarapan potensi wisata itu dimaksudkan untuk mendongkrak perekonomian warga. Hanya, ia tak menampik penggarapan potensi wisata itu belum didukung akses jalan menuju Desa Tegalmulyo yang mulai rusak. Salah satu penyebab kerusakan yakni banyaknya truk pengangkut material mineral bukan logam dan batuan.

“Harapan kami ya jalur-jalur itu bisa segera diperbaiki. Selain memperlancar akses bagi warga juga bisa berdampak meningkatnya kunjungan ke desa,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu warga, Subur, mengatakan jalur pendakian Sapuangin menjadi salah satu sektor yang bisa mendukung keinginan warga menjadikan Tegalmulyo menjadi desa wisata.

“Diresmikannya jalur pendakian Sapuangin sesuai keinginan kami semua menjadi desa wisata. Dengan jalur itu bisa mendongkrak sektor wisata di desa kami,” urai dia.

Data & Fakta Tegalmulyo

Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang
Jumlah penduduk : 2.348 jiwa (753 keluarga)
Luas wilayah : 432,6 hektare (ha)
Beberapa potensi pertanian : tembakau dan cengkeh
Peternakan : sapi (1 keluarga rata-rata memiliki 2 ekor sapi)
Potensi wisata : kampung Gir Pasang, Goa Jepang, Umbul Tirtomulyo, dan Sendang Kemuning.

Tokopedia