WISATA SOLORAYA : Sekipan Bekas Lokasi Latihan Sniper yang Penuh Pesona

Pintu masuk Pananjakan, Bukit Sekipan, Karanganyar (Mariyana Ricky/JIBI - Solopos)
27 Maret 2017 00:00 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Lifestyle Share :

Wisata Soloraya tepatnya di bukit Sekipan Karanganyar mempunyai beragam lokasi-lokasi menarik untuk piknik.

Solopos.com, KARANGANYAR -- Ingin hiking singkat? Jangan lewatkan untuk mendaki tangga demi tangga di Bukit Pananjakan yang berada persis di sebelah perkemahan ala suku Welit Super Camp Wana Wisata Sekipan, Desa Kalisoro, Tawangmangu, Karanganyar.

[caption id="attachment_804883" align="alignleft" width="370"]http://images.harianjogja.com/2017/03/Sekipan-Panggung-mini.jpg">http://images.harianjogja.com/2017/03/Sekipan-Panggung-mini-370x247.jpg" alt="Panggung mini di Bukit Sekipan Karanganyar (Mariyana Ricky/JIBI/Solopos)" width="370" height="247" /> Panggung mini di Bukit Sekipan Karanganyar (Mariyana Ricky/JIBI/Solopos)[/caption]

Di puncak pananjakan, terdapat gazebo kecil yang bisa dimanfaatkan untuk melonggarkan kaki pasca menapaki tangga. Titik ini pula yang jadi lokasi favorit pengunjung untuk berselfie ria.

Pengelola Wana Wisata Sekipan, Budi Kuspono, menerangkan Wana Wisata Sekipan sangat cocok bagi mereka yang ingin menggelar kegiatan outbond. Daya tampungnya mencapai 1.000 orang.

Bumi perkemahan ini berada di tengah kawasan hutan pinus yang dikelilingi bukit dan terpisah blok. Sederet koleksi flora dan fauna di penangkaran bisa menjadi wisata edukasi yang menarik untuk anak-anak.

Berdasarkan sejarah, Wana Wisata Sekipan dulu bernama Sekarjinggo. Puluhan tahun lalu tempat tersebut menjadi lokasi berburu bagi para raja dan pangeran dari Kraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran.

Setelah Indonesia merdeka, Hutan Sekipan digunakan sebagai lokasi latihan menembak sniper dan skiiper, sehingga masyarakat setempat menyebutnya sekipan.

Sungai

“Sungai di wana wisata kerap menjadi tempat mandi alam bagi pengunjung. Mereka membendung sungai kemudian menggunakannya untuk berendam. Objek menarik lain adalah situs peninggalan zaman Belanda berupa bangunan untuk menyimpan air. Bangunan ini kerap disebut sebagai Candi Sekarjinggo. Di depan bangunan yang aslinya bernama captering ini terdapat telaga kecil yang dipakai budidaya lumut,” jelas Budi, Minggu (19/3/2017) di Sekipan.

[caption id="attachment_804884" align="alignleft" width="370"]http://images.harianjogja.com/2017/03/Sekipan-Warung-kopi-di-tengah-hutan-pinus.jpg">http://images.harianjogja.com/2017/03/Sekipan-Warung-kopi-di-tengah-hutan-pinus-370x247.jpg" alt="Warung kopi di tengah hutan pinus Sekipan Karanganyar (Mariyana Ricky/JIBI/Solopos)" width="370" height="247" /> Warung kopi di tengah hutan pinus Sekipan Karanganyar (Mariyana Ricky/JIBI/Solopos)[/caption]

Budi menyebut Wana Wisata Sekipan kini juga memiliki panggung mini yang dapat digunakan untuk menggelar pentas musik. Desain keseluruhan panggung dan kursi penonton adalah setengah lingkaran dengan panggung sebagai porosnya. Kursi penonton dibuat berjajar ke atas agar memudahkan penonton yang berada di belakang untuk melihat pertunjukan.

Salah satu pengunjung, Joko Sutopo, 30, mengaku puas berkeliling menikmati nuansa hutan pinus Sekipan. Warga Sragen ini menyebut kunjungannya kali ini sekadar untuk refreshing sekaligus berburu foto selfie bersama teman-temannya.

“Rumah suku Indian yang ada di tempat ini unik dan cocok jadi background selfie. Saya tadi sempat trekking sejauh 2 KM sekalian olahraga. Paling pas datang ke sini saat pagi, karena kabutnya cukup tebal dan sejuk,” ucapnya.

Bagi pengunjung yang ingin singgah, cukup arahkan kendaraan dari Pasar Tawangmangu ke arah Cemoro Sewu. Sebelum tiba di persimpangan jalan tembus, ikuti papan petunjuk dan berbelok ke kanan, hingga mendapati hutan pinus di ujung jalan.

Tokopedia