TIPS PERGAULAN : Cara Menghadapi Orang Depresi: Jangan Dinasihati Cukup Didengarkan

Ilustrasi depresi (www.mentalhealth.com)
06 April 2017 14:15 WIB Redaksi Solopos Lifestyle Share :

Tips pergaulan mengupas tentang cara menghadapi orang depresi.

Solopos.com, JAKARTA -- Menghadapi orang depresi bukan perkara mudah. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan dr. Fidiansjah Sp.K.J. menekankan hal paling penting dalam mengatasi masalah depresi pada seseorang adalah didengarkan.

Dia membeberkan orang yang depresi perlu bercerita untuk mengungkapkan apa yang dirasakan dan ada orang mendengarkan. Namun pendengar tidak boleh menasihati seseorang yang sedang depresi karena akan membuat kondisinya semakin buruk.

"Orang yang depresi itu didengarkan, bukan malah dinasihati. Mereka tidak perlu itu, dinasihati malah akan membuatnya tambah depresi," kata Fidiansjah kepada media di Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk Indonesia Jihane Tawilah mengatakan keadaan depresi pada seseorang merupakan suatu penyakit, bukan sekadar kondisi suasana hati atau mood yang sedang dirasakan oleh seseorang,

"Kita harus mengubah stigma kebanyakan orang bahwa depresi adalah penyakit, bukan sekadar suasana hati atau perasaan seseorang, ini penyakit yang serius," kata Jihane.

Dia memaparkan seseorang yang tengah dalam kondisi depresi kadang-kadang dipandang oleh orang-orang sekitarnya sebagai seseorang yang lemah, tidak kuat dalam menghadapi masalah, dan tidak memiliki keinginan yang kuat.

Padahal, lanjut Jihane, kondisi ini adalah gangguan mental emosional yang bisa berdampak kepada semua orang pada segala umur dan harus segera ditangani sebelum lebih parah. "Depresi dapat disembuhkan," kata dia.

Lebih lanjut, Jihane menekankan pentingnya mengetahui gejala-gejala seseorang yang sedang dalam keadaan depresi dari lingkungan sekitar guna mencegah hal yang lebih buruk lagi.

"Orang yang mengalami depresi memiliki kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri (self harm) atau bahkan menyakiti orang lain yang pada kondisi terburuk melakukan bunuh diri," ungkap dia.