TIPS KESEHATAN : Sering Nyeri Haid? Begini Cara Mengatasinya

Ilustrasi perempuan mengalami nyeri hadi. (Istimewa - wonderwardrobes.com)
10 Mei 2017 14:10 WIB Muhammad Rizal Fikri Lifestyle Share :

Tips kesehatan kali ini akan membahas tentang nyeri haid dan obat Feminax dari Konimex.

Solopos.com, SOLO – Nyeri haid atau juga disebut dengan istilah medis Dismenorea merupakan gejala yang paling sering dialami wanita saat berada dalam siklus bulanan. Pada umumnya gejala ini berupa nyeri di perut bagian bawah.

Banyak perempuan menganggap nyeri haid sebagai gejala umum saat menstruasi. Namun gejala yang berbeda di setiap perempuan akan menjadikan lebih bijaksana saat seorang perempuan mengetahui detail penyebab nyeri haid dan penanggulangannya.

Berdasarkan keterangan Dokter spesialis kandungan, Dokter Kecia Gaither, yang dimuat laman organicauthority.com, haid adalah luruhan lapisan dinding rahim saat tidak terjadi pembuahan. Luruhan tersebut keluar menjadi darah haid.

Rahim harus berkontraksi agar peluruhan terjadi secara sempurna. Kontraksi tersebut merupakan sumber nyeri yang dirasakan para perempuan. “Jika kontraksi rahim terbilang kuat, pembuluh darah disekitarnya akan tertekan, sehingga pasokan oksigen terhambat, sehingga rasa nyeri tercipta,” ucap Kecia.

Dikutip Solopos.com, dari laman Konimex.com, Rabu (10/5/2017) nyeri haid atau dismenorea dibagi menjadi dua jenis, yakni dismenorea primer dan dismenorea sekunder.

Dismenorea primer adalah nyeri haid yang terjadi tanpa kelainan pada alat-alat genital yang nyata. Biasanya terjadi beberapa waktu setelah haid pertama (12 bulan atau lebih). Rasa nyeri yang timbul biasanya sebelum atau diawal siklus haid. Durasi dan tingkat nyeri yang terjadi tiap individu berbeda. Nyeri yang terjadi pada dismenorea primer bisa disertai rasa mual, muntah, pusing, diare, iritabilitas, dan sebagainya.

Dismenorea primer juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni, psikologis, ketahanan terhadap rasa nyeri, posisi rahim, dan kondisi hormonal.

Untuk dismenorea sekunder, biasanya disebabkan oleh kelainan ginekologi. Dismenorea sekunder cenderung tidak normal, yakni rasa nyeri yang diikuti pendarahan yang tidak normal, dan terus terjadi meski haid sudah selesai. Untuk memastikan dismenorea yang Anda alami, lebih baik berkonsultasi dengan dokter apabila terjadi nyeri haid yang tak masuk dalam pengertian dismenoria primer.

Jika rasa nyeri masih dalam batas normal, atau diagnosa dokter tak menunjukan kelainan apapun, dismenorea merupakan hal yang tidak berbahaya. Kondisi tersebut bisa diatas dengan obat-obatan penghilang rasa nyeri, salah satunya produksi Konimex yang diberi nama http://www.konimexstore.com/produk/detail/kode/FEMINAX">Feminax. Terdiri dari Paracetamol dan Ekstrak Hiosiami, Feminax bisa dikonsumsi orang dewasa dan anak-anak 10 tahun-16 tahun.

Untuk memaksimalkan kinerja Feminax, saat menstruasi para perempuan disarankan menghindari makanan berlemak, terutama lemak hewani dan makanan cepat saji. Selain itu juga disarankan melakukan olahraga ringan saat haid. Semakin lancarnya aliran darah dan bertambahnya produksi endorfin setelah olahraga akan mengurangi nyeri haid.