Ahli Gizi Tak Sarankan Buka Puasa Minum Teh, Ini Alasannya...

15 Mei 2017 23:40 WIB Redaksi Solopos Lifestyle Share :

Ahli gizi menyebutkan minum teh saat berbuka puasa tidak disarankan.

Solopos.com, JAKARTA – Sebagian besar masyarakat Indonesia menjadikan teh sebagai buka puasa. Namun nyatanya, ahli gizi tidak menyarankan demikian karena mengandung sukrosa.

"Enggak cocok. Teh manis isinya [kandungannya] sukrosa saja. Salah berbuka puasa dengan tes manis, apalagi dengan gula berlebih," ucap Rita Ramayulis DCN, M.Kes dalam acara Ramadhan Sehat dan Praktis bersama Philips, Senin (15/5/2017) di Jakarta.

Berbuka puasa tubuh perlu menaikkan kadar gula darah hingga menjadi stabil. Sukrosa tak cukup, tubuh juga membutuhkan glukosa dan fruktosa.

Konsumsi kurma sangat disarankan karena kandungan glukosa, fruktosa, dan sukrosanya. Di samping itu kurma juga kaya serat, kalium, potassium, dan vitamin A.

"Konsumsi kurma basah, kalau enggak ada kurma kering. Satu kurma mengandung glukosa, fruktosa, sukrosa, serat, kalium, potassium dan vitamin A. Perpaduan sukrosa, glukosa dan fruktosa bisa menaikkan kadar gula sekaligus menstabilkannya," ujar Rita sebagaimana dikabarkan Antara.

Cairan elektrolit yang hilang selama berpuasa juga harus segera diganti saat berbuka. Selain kurma, buah-buahan termasuk air kelapa bagus bagi tubuh karena menyuplai cairan dan elektrolit.

"Buah pisang, semangka dan pepaya bisa menjadi pilihan karena juga mengandung serat, fruktosa, glukosa, kalium dan vitamin A," katanya mengakhiri.

Tokopedia