Catut Nama Daerah, Oleh-Oleh Kekinian Sederet Artis Ini Tuai Kritikan

Oleh/oleh kekinian Laudya Cynthia Bella (Instagram bandungmakuta)
22 Mei 2017 22:45 WIB Lifestyle Share :

Bisnis oleh-oleh kekinian yang digeluti beberapa artis menuai kritikan lantaran dituding mencatut nama daerah.


Solopos.com, SOLO – Beberapa tahun terakhir, bisnis kuliner menjadi primadona. Tak heran, banyak artis yang mencoba peruntungan dengan menggeluti bisnis tersebut. Lihat saja, belakangan ini beberapa artis membuka toko oleh-oleh makanan kekinian di berbagai kota.

Teuku Wisnu membuka toko oleh-oleh bernama Malang Strudel di Kota Malang, Jawa Timur, pada 2014. Toko tersebut menjual strudel, kue lapis yang terbuat dari pastry dengan isian berbagai macam buah khas Austria.


Keberhasilan Teuku Wisnu diikuti oleh Dude Harlino yang membuka Jogja Scrummy di Kota Jogja. Seolah tak mau ketinggalan, pasangan artis, Irwansyah dan Zaskia Sungkar, masing-masing membuka toko oleh-oleh sendiri. Irwansyah mendirikan Medan Nepoleon di Kota Medan, Sumatra Utara. Sementara Zaskia memilih peruntungan di Kota Surabaya, Jawa Timur, dengan membuat Surabaya Snowcake.

[caption id="attachment_818860" align="aligncenter" width="370"]http://images.harianjogja.com/2017/05/oleh-oleh-kekinian-ala-Teuku-Wisnu-Instagram-@strudelmalang.jpg">http://images.harianjogja.com/2017/05/oleh-oleh-kekinian-ala-Teuku-Wisnu-Instagram-@strudelmalang-370x220.jpg" alt="oleh-oleh kekinian ala Teuku Wisnu (Instagram @strudelmalang)" width="370" height="220" /> oleh-oleh kekinian ala Teuku Wisnu (Instagram @strudelmalang)[/caption]

Mengekor jejak para sahabatnya, Laudya Cynthia Bella pun ikut membuat Bandung Makuta. Sementara pesinetron Jesica Mila rencananya segera membuka toko oleh-oleh di Kota Solo, Jawa Tengah, dengan nama Pluffy Solo. Berdasarkan informasi yang beredar di dunia maya, makanan yang dijajakkan para artis itu sebenarnya hampir mirip.

[caption id="attachment_818861" align="aligncenter" width="370"]http://images.harianjogja.com/2017/05/Oleh-oleh-kekinian-Laudya-Cynthia-Bella-Instagram-@bandungmakuta.jpg">http://images.harianjogja.com/2017/05/Oleh-oleh-kekinian-Laudya-Cynthia-Bella-Instagram-@bandungmakuta-370x223.jpg" alt="Oleh-oleh kekinian Laudya Cynthia Bella (Instagram @bandungmakuta)" width="370" height="223" /> Oleh-oleh kekinian Laudya Cynthia Bella (Instagram @bandungmakuta)[/caption]

Alih-alih menjual jajanan khas, mereka hanya mencatut nama kota tersebut untuk menjual penganan luar negeri. Pasalnya semua makanan itu berupa kreasi dari cheesecake, pastry, serta pie yang dibanderol mulai Rp50.000 per kotak. Kendati demikian, semua jajanan itu selalu ludes diserbu pembeli. Bahkan, mereka rela mengantre berjam-jam demi mencicipi jajanan kekinian itu.


Sayang, belakangan ini warganet tampak mulai geram dengan aksi para selebritis yang mencatut nama daerah demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Mereka prihatin banyaknya orang yang lebih memilih mencicipi kue ala artis daripada jajanan khas daerah tersebut.


Bisnis kuliner itu kian ramai diperbincangkan seusai akun Instagram gosip, @lambe_turah, mengunggah daftar nama toko oleh-oleh milik para artis. Dalam unggahannya, ada 18 artis yang diketahui memiliki toko oleh-oleh kekinian.


"Kuuweeeehhh kuweeeehh kuweeehhh. Kalo semua ertong bikin kueeeehh trus yang kita bikin appaaah dong?" tulis @lambe_turah, Minggu (21/5/2017).


Dalam waktu sehari, unggahan itu telah mendapat lebih dari 5000 komentar. Mereka menyayangkan artis yang terkesan memanfaatkan nama daerah untuk meraup keuntungan. Padahal, menurut mereka, rasa jajanan yang dijual itu tak terlalu istimewa.


"Coba dong nama daerahnya dihilangkan. Kan bukan oleh2 khas kota masing2. Apalagi yang buat juga bukan yang punya sendiri, cuma pake embel2 artis aja biar laku, biar orang penasaran," protes @bundaahamil.


"Kenapa semua pada pake nama kota ya, padahal bukan kue khas kota tsb. Coba klo artis pada jual kue yang mmg khas kota tsb. Hitung2 meneruskan sejarah, pasti bakal maju kuliner Nusantara," lanjut @achbae20.


"Aku udh cobain salah satunya, tapi menurutku rasanya biasa aja. Sama kayak kue di mal. Laris cuma karena bikin orang penasaran. Harganya juga mahal, lebih murah jajajan khas daerahnya," sambung widiastuti.


"Artis makin kaya, kita korban iklannya, bawa nama daerah, padahal rasanya sama rata, kebule-bulean semua," imbuh @nanaajjakwok.