TIPS KELUARGA : Ladies, Begini Kiat Ajak Suami Berbagi Peran di Rumah

02 Juni 2017 12:15 WIB Mahardini Nur Afifah Lifestyle Share :

Tips keluarga ini terkait pembagian peran antara suami dan istri di rumah.

Solopos.com, SOLO -- Pasangan yang sama-sama bekerja dan berbagi tanggung jawab dalam berumah tangga terbukti lebih berbahagia dan lebih sukses dalam karier. Hal itu berdasarkan studi yang dilakukan Orebro University di Swedia pada 1970 silam seperti dilansir Psychologies.co.uk.

Akademisi setempat meneliti sejumlah pasangan yang sama-sama bekerja, mengerjakan tugas domestik, dan mengasuh anak. Setelah 30 tahun berselang, pasangan yang diteliti dilaporkan punya dampak positif dalam hal hubungan dan keluarga.

Yang paling menarik, kegiatan suami membantu pasangannya mengerjakan pekerjaan rumah tangga, tidak punya pengaruh negatif bagi karier mereka. Fakta menunjukkan, para pria yang diteliti bisa menakar prioritas untuk karier dan tanggung jawab ekstra yang harus dikerjakan di rumah.

Sayangnya tidak semua pasangan legawa berbagi peran dan beban berkeluarga. Penulis buku parenting dan keluarga Beyond One: Growing a Family and Getting a Life, Jennifer Bingham Hull, melalui www.growingafamily.com, berbagi kiat agar para suami mau membantu istrinya mengurus rumah dan anak.

1. Ambil sikap tegas sejak awal pernikahan

Jangan berekspektasi semua suami mau 50-50 atau sama rata mengerjakan semua pekerjaan domestik dan pengasuhan yang dikerjakan istri. Kebanyakan pria enggan mengerjakannya kalau sejak awal tidak diminta. Menurut studi, suami baru mau mengerjakan pekerjaan rumah tangga setelah mendapat isyarat dari istri.

2. Jangan jadikan pekerjaan sebagai alasan

Menjaga anak setelah sepulang dari kantor memang kalah asyik dengan menongkrong bersama teman kerja. Ada beberapa suami atau istri yang beralasan tinggal di kantor lebih lama supaya bisa meninggalkan tanggung jawab ini. Alternatif terbaik adalah bergantian tugas pengasuhan anak setelah bekerja. Ini memungkinkan masing-masing pasangan untuk beristirahat sejenak.

3. Buat pembagian tugas bersama fleksibel

Jangan kaku dalam menentukan tugas rumah tangga. Tidak perlu dibagi sama rata antara tugas suami dan istri. Pembagian tugas rumah tangga setiap pasangan pun tidak sama, namun melihat kondisi masing-masing. Tentukan sesuai kondisi dan kesepakatan bersama pasangan.

4. Ajari pasangan

Sebagai kepala rumah tangga atau pengambil keputusan tertinggi di rumah, banyak pria yang tidak suka diatur pasangannya. Namun beberapa suami tidak bisa membantu istrinya menangani urusan rumah tangga lantaran tidak mengetahui caranya. Alternatif terbaik adalah dengan mengajarinya. Salah satunya mengajarkan cara membikin makanan buat si kecil, memasak sarapan sederhana, atau tugas lainnya.

5. Jangan pelit pujian

Memiliki pasangan yang pengertian dan mau diajak bahu-membahu mengerjakan pekerjaan rumah tangga adalah anugerah. Jangan lupa berikan apresiasi. Puji dia di banyak kesempatan atau pamerkan pada teman dan kerabat, jika perlu di depan teman-temannya. Banyak pasangan yang butuh panutan atau model berkeluarga ideal.