Kebiasaan Berlama-Lama Main Ponsel Sebelum Tidur Ternyata Berbahaya

Ilustrasi bermain ponsel sebelum tidur. (Istimewa/Shutterstock - Popsugar.com)
13 Juni 2017 15:45 WIB Jafar Sodiq Assegaf Lifestyle Share :

Bermain ponsel sebelum tidur sudah menjadi “ritual wajib” bagi sebagian orang.

Solopos.com, SOLO – Mengecek media sosial atau pesan singkat di smartphone seolah sudah menjadi kegiatan wajib sebelum tidur  bagi sebagian orang. Bahkan, ada yang larut dalam kegiatan ini hingga hilang rasa kantuk. Meski begitu, kegiatan semacam ini tidak dianjurkan dilakukan secara berlebihan.

Dilansir Liputan6.com sebagaimana dikutip dari Tech Insider, Senin (12/6/2017), berikut sejumlah risiko kesehatan yang akan dialami pengguna jika terus-terusan bermain ponsel sebelum tidur setiap hari;

Kelelahan otak

Terlalu lama bermain ponsel sebelum tidur ternyata membuat otak penggunanya kelelahan. Risiko bisa saja terjadi karena durasi waktu tidur terpotong, akibatnya aktivitas di keesokan harinya terganggu akibat otak yang terlalu lelah untuk bekerja.

Kerusakan mata

Tak bisa dimungkiri, terlalu lama menatap layar ponsel pasti akan memberikan pengaruh buruk terhadap mata. Cahaya biru dari layar ponsel akan membuat retina mata jadi tegang.

Bahkan, sejumlah peneliti dan dokter mata menyimpulkan, risiko terberat terlalu lama menatap layar ponsel adalah dapat menyebabkan katarak.

Obesitas

Akibat terlalu lama bermain ponsel sebelum tidur adalah kurangnya waktu tidur. Ini, secara langsung memicu rasa lapar. Hormon di dalam tubuh secara otomatis akan memberikan dorongan untuk makan, bahkan di saat malam sekali pun.

Mau tak mau, jika hal tersebut rutin dilakukan, tubuh akan menerima kandungan di luar batas yang diatur sehingga mengakibatkan obesitas.

Gangguan saraf

Kurangnya tidur akibat bermain ponsel terlalu lama juga membuat neurotoxin meningkat. Akibatnya, saraf-saraf tubuh akan terganggu jika kebiasaan ini kerap dilakukan secara terus menerus.

Depresi

Dari semua yang disebutkan di atas, risiko terberat yang dialami jika pengguna terus-terusan melakukan kebiasaan buruk ini adalah depresi.

Depresi bisa saja terjadi akibat kekurangan tidur sehingga hormon melatonin akan terganggu dan merusak mood.

 

Tokopedia