FASHION SHOW : Busana Daur Ulang Retno Tan Siap Melenggang di Rumania

Sejumlah karya Retno Tan (istimewa)
20 Juni 2017 20:38 WIB Lifestyle Share :

Fashion show bertajuk Feeric Fashion Week yang digelar di Rumania Juli mendatang akan diikuti seorang desainer Solo, Retno Tan.

Solopos.com, SOLO--Setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat, art fashion karya Retno Tan terpilih menjadi salah satu pengisi Feeric Fashion Week di kawasan Sibiu Romania pertengahan Juli mendatang. Desainer sekaligus penari ini merupakan satu-satunya perwakilan Indonesia dalam ajang pamer busana bergengsi yang disebut-sebut sebagai fashion week paling kreatif tersebut.

Ada puluhan desainer ternama dunia yang turut meramaikan runway Feeric Fashion Week dengan lokasi panggung yang berbeda-beda.

“Kalau saya lihat tahun-tahun sebelumnya konsep fashion show mereka dalam satu waktu terbagi di beberapa titik mulai pusat kota, tengah hutan, stasiun, dan masih banyak lagi yang tahun ini saya belum tau akan ditempatkan pada panggung yang mana. Kemungkinan sesuai tema yang saya angkat,” kata dia saat berbincang dengan Solopos.com di kediamannya daerah Banjarsari, Selasa (20/6/2017) siang.

Menjadi salah satu moment yang paling dinantikan, Retno tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia mengusung tema Pelangi Samudera dengan konsep kekaryaan 75% dirancang dari daur ulang sampah anorganik seperti spon bra, senar bekas, sedotan, plastik, dan botol minuman. Barang-barang tak terpakai tersebut ia aplikasikan ke dalam beberapa dress dengan siluet simple, artistik, feminin, dan fresh.

Terinspirasi dari Biota dan warna dalam laut, belasan desainnya yang akan dipamerkan nanti dianggap sebagai representasi kehidupan urban zaman sekarang. Perkembangan industri meningkat pesat namun di sisi lain berdampak besar terhadap pertumbuhan sampah lingkungan.

“Ini menjadi inspirasi dalam menciptakan karya art fashion ini sebagai bentuk keprihatinan atas pencemaran lingkungan alam,” kata dia.

Tak sekadar rancangan busana, Pelangi Samudera merupakan kemasan karya kontemporer multidisiplin fashion design, dance, seni dan olahraga yang berangkat dari permasalahan limbah dan pencemaran lingkungan laut, khususnya tentang coral di Indonesia.

Ia berharap karya ini mampu menumbuhkan kembali kesadaran generasi muda untuk keep our world sustainable dengan kegiatan kreatif yang positif.

“Tuhan telah menganugrahkan Keindahan dan merancang semesta beserta isinya, termasuk manusia, dengan sempurna, kitalah yang harus bertanggung jawab atas kelestariannya,” tambahnya.

Sebelumnya, rancangan ini pernah ia perkenalkan dalam pekan mode di Jogja. Agar menyatu dengan konsep dasar karyanya, saat itu Retno bahkan mendatangkan para model dari berbagai daerah. Sebelum memperagakan busananya, mereka mendapatkan treatment khusus termasuk soal olah tubuh.

Rencananya peragaan busana di Romania nanti juga akan dibawakan beberapa model lamanya sebagai representasi keragaman budaya di Indonesia. Setelah menampilkan karya dalam ajang gelar busana bergengsi di Eropa timur tersebut.

Tokopedia