TIPS KESEHATAN : Berapa Sering Sebaiknya Mengganti Seprai?

04 Juli 2017 23:45 WIB Redaksi Solopos Lifestyle Share :

Penelitian terbaru mengungkap seberapa sering Anda sebaiknya mengganti seprai.

Solopos.com, SOLO – Penelian terbaru mengungkap banyaknya bakteri dan jamur di tempat tidur. Menurut ahli mikrobiologi Universitas New York Philip Tierno jika tidak dibersikan secara berkala, tempat tidur dapat menjadi "taman hayati" berisi bakteri dan jamur.

"Jika dibiarkan terlalu lama, kehidupan mikroskopis di dalam kerut dan lipatan seprai bisa membuat kita sakit," kata Tierno kepada Business Insider seperti dikutip Antara, Selasa (4/7/2017), untuk membendung arus tak kasat mata, katanya, lembaran harus dicuci sepekan sekali.

Manusia secara alami menghasilkan kira-kira 26 galon keringat di tempat tidur setiap tahun. Saat cuaca di luar rumah panas dan lembab, kelembapan ini menjadi media ideal untuk jamur.

Dalam sebuah studi yang meneliti tingkat kontaminasi jamur di tempat tidur, para ilmuwan menemukan dari sampel bantal berisi bulu dan sintetis yang dipakai 1,5 sampai 20 tahun ternyata mengandung sebanyak 16 spesies jamur.

Tidak hanya itu, selain jamur dan bakteri yang berasal dari keringat hingga sel kulit, Anda juga tidur bersama mikroba asing di tempat tidur. Termasuk di antaranya bulu binatang, serbuk sari, tanah, serat, debu dan kotoran.

Tierno mengatakan semua mikroba tersebut menjadi semakin berlipat jumlahnya dalam waktu sepekan. Dan tempat tidur yang kotor bisa memicu bersin, karena mikroba sangat dekat dengan mulut dan hidung sehingga Anda hampir terpaksa menghirupnya.

Tokopedia