TIPS KESEHATAN : Kenali Gejala Kanker Serviks Sebelum Terlambat

Foto ilustrasi: Selain mengenali gejalanya, mencegah kanker serviks lewat pap smear juga penting. (cookgyn.com)
05 Juli 2017 05:00 WIB Astrid Prihatini Wisnu Dewi Lifestyle Share :

Mengenali gejala dan mencegah kanker serviks jauh lebih penting daripada mengobati.

Solopos.com, SOLO -- Aktris Yuli  Rachmawati atau lebih populer dengan nama Julia Perez (Jupe) meninggal dunia karena kanker serviks.

Setiap satu jam ada satu perempuan di dunia yang meninggal karena kanker serviks. Ini tentu menjadi peringatan kepada semua perempuan karena mereka yang berisiko terkena kanker serviks untuk lebih waspada dan menjaga kesehatan.

Karena itu agar tidak terkena kanker serviks yang berisiko pada kematian ini, perlu mengetahui gejala dari penyakit ini. Menurut dokter spesialis obstetri & ginekologi di Rumah Sakit (RS) Indriati Solo Baru, Sukoharjo, Sri Purwatiningsih, kepada Solopos.com,belum lama ini,  pada awalnya tidak mudah mendeteksi gejala kanker serviks.

Gejala kanker serviks stadium awal seperti dilansir dari mediskus.com, biasanya tidak muncul sampai sel kanker melakukan invasi ke dalam jaringan lebih dalam dan menyebar ke jaringan atau organ sekitarnya. Namun, ada ciri-ciri dan gejala kanker serviks yang perlu diwaspadai di antaranya flek atau pendarahan di luar jadwal menstruasi.

Menstruasi lebih panjang dan darah menstruasi lebih banyak daripada biasanya. Mudah terjadi pendarahan, misalnya setelah berhubungan seksual, nyeri selama berhubungan seksual. Selain itu juga muncul rasa nyeri di sekitar pinggul, perdarahan pascamenopause, keputihan yang tidak biasa, keluar cairan berlebih, biasanya berwarna merah muda atau berbau busuk.

Ciri lainnya adalah kehilangan nafsu makan, berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas, mudah sekali merasa lelah atau lemah. Kemudian sakit punggung, darah dalam urine (hematuria), dan hilangnya kontrol kandung kemih (urinary incontinence).

Jika mengalami gejala seperti tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan terkena kanker serviks atau masih dalam tahap prakanker.

Menurut Sri Purwatiningsih yang akrab disapa Cicik, pencegahan kanker serviks bisa dilakukan dengan pemberian vaksin Human Papilloma Virus (HPV). Pemberian vaksin dilakukan tiga kali dalam kurun waktu enam bulan. Yakni bulan ke nol, kemudian bulan ke satu, dan bulan keenam.

Kemudian dilakukan screening bisa dengan pap smear untuk mengambil lendir, diperiksa apakah ada kanker serviksnya atau tidak. Saat ini, ada lagi screening yang lebih efektif daripada pap smear, yakni thinprep.

Pada thinprep, sel-sel yang diambil tersebut tidak diletakkan dan diratakan pada preparat kaca, namun dimasukkan ke dalam sebuah tabung berisi cairan. “Hal tersebut bertujuan menstabilkan dan menjaga kondisi sampel sel-sel dari organ reproduksi wanita yang diperiksa di laboratorium tetap dalam kondisi yang sama dengan saat pengambilan,” jelasnya.

Tokopedia