TIPS KESEHATAN : Benjolan di Organ Kewanitaan Perlukah Diwaspadai?

Foto ilustrasi: Mengenakan celana terlalu ketat bisa memicu jerawat di organ kewanitaan. (eatthis.com)
13 Juli 2017 01:00 WIB Astrid Prihatini Wisnu Dewi Lifestyle Share :

Jika menemukan benjolan di organ kewanitaan, wanita tidak perlu panik.

Solopos.com, SOLO -- Tidak sedikit wanita merasa panik ketika menemukan benjolan tumbuh di organ kewanitaan mereka. Padahal sebetulnya tidak perlu panik. Kenali terlebih dahulu bentuk dan gejala benjolan tersebut untuk mengetahui apakah benjolan tersebut patut diwaspadai atau tidak?

Dikutip dari health.com, Senin (10/7/2017), benjolan itu bisa saja berbentuk kecil, berwarna kemerahan, dan kadang menimbulkan rasa gatal dan terasa empuk saat dipijit, maka Anda tidak perlu panik. Sebab hal itu berarti ada jerawat tumbuh di organ kewanitaan Anda. Hal ini bisa saja terjadi saat folikel rambut tersumbat atau terinfeksi.

Anda bisa mengalami jerawat ini dari berbagai aktivitas Anda antara lain mencukur bulu kemaluan, bikini waxing, mengenakan celana terlalu ketat, atau mengenakan pakaian dalam kotor dan bukan berbahan katun sehingga tidak menyerap keringan dengan baik.

Bila benjolan itu berwarna merah, sering terasa gatal (berbentuk menyerupai ruam), dan kulit di sekitarnya membengkak, maka itu pertanda ada masalah kulit yang disebabkan oleh alergi atau kulit sensitif akibat tidak cocok terhadap pemakaian sabun mandi maupun sabun cuci pakaian.

Jika Anda melihat benjolan kecil di dekat lubang vagina, itu bisa saja pertanda kista. Ada dua kelenjar kecil (disebut kelenjar Bartolin) di kedua sisi lubang vagina yang bertugas untuk melumasi vagina. Kista bisa saja terbentuk jika cairan menumpuk di kelenjar tersebut dan menyebabkan penyumbatan.

Kista biasanya hilang sendiri. Namun bila benjolan itu terasa sakit atau membesar, sebaiknya Anda pergi ke dokter untuk memeriksakan diri.

Bila Anda sering berganti-ganti pasangan atau pasangan Anda juga sering berganti-ganti pasangan, sebaiknya Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Sejumlah infeksi dapat ditularkan melalui hubungan suami istri dengan multipartner, misalnya herpes dan kutil kelamin. Jadi jika ada kemungkinan Anda tertular penyakit dari hubungan multipartner, segera periksa ke dokter.

Tokopedia