WISATA SOLORAYA : Kampoeng Wayang dan Gunung Kotak Wonogiri, Berpertualan di Antara Bukit Kars

Aktivitas pengrajin di Kampung Wayang, Desa Kepuhsari, Manyaran, Wonogiri. (Mariyana Ricky P.D. - JIBI)
13 Juli 2017 05:00 WIB Alvari Kunto Prabowo Lifestyle Share :

Kampoeng Wayang Kepuhsari memadukan wisata tradisi dan alam

Solopos.com, WONOGIRI -- Wisata Soloraya khususnya Wonogiri mempunyai objek-objek wisata yang menarik untuk dijelajahi. Salah satunya, Kampoeng Wayang Desa Wisata Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Wonogiri.

Berjarak dua jam dari Kota Solo, perjalanan menuju Kampoeng Wayang penuh pengalaman menyenangkan, Selasa (11/7/2017). Rute paling singkat ke Desa Kepuhsari adalah melintasi Jl.Tawangsari-Manyaran yang ditempuh sekitar 70-an km.

 

[caption id="attachment_832872" align="alignnone" width="370"]http://images.solopos.com/2017/07/13Sejumlah-aktivitas-perajin-di-Kampung-Wayang-Desa-Kepuhsari-Kecamatan-Manyaran-Wonogiri-Selasa-11-7-1.jpg">http://images.solopos.com/2017/07/13Sejumlah-aktivitas-perajin-di-Kampung-Wayang-Desa-Kepuhsari-Kecamatan-Manyaran-Wonogiri-Selasa-11-7-1-370x247.jpg" alt="Pengrajin menyelesaikan kerajinan wayang. (Mariyana Ricky P.D./JIBI/SOLOPOS) " width="370" height="247" /> Pengrajin menyelesaikan kerajinan wayang. (Mariyana Ricky P.D./JIBI/Solopos)[/caption]

Di desa ini, puluhan warganya bekerja sebagai pengrajin wayang, mulai dari proses awal penyamakan kulit hingga finishing. Selain itu, ada pula aktivitas melukis tokoh pewayangan di muka kaca, belajar memainkan gamelan, dan latihan pegelaran wayang.

Menurut penanggung jawab Kampoeng Wayang, Retno Lawiyani, terdapat sejumlah paket edukasi untuk belajar di Kampoeng Wayang.

Untuk siswa TK dan SD, misalnya, terdapat pelajaran mengenal tokoh wayang melalui permainan. Ada juga paket homestay jika aku menjadi yang bertujuan mengajak anak merasakan kehidupan masyarakat desa wayang.

"Paket itu dilengkapi makan setiap hari dengan hidangan kuliner desa seperti bothok daun racun, oblok-oblok, dan sayur lombok," kata dia, Selasa.

 

[caption id="attachment_832874" align="alignnone" width="370"]http://images.solopos.com/2017/07/13Gunung-Kotak-memiliki-bebatuan-berbentuk-mirip-lesung..jpg">http://images.solopos.com/2017/07/13Gunung-Kotak-memiliki-bebatuan-berbentuk-mirip-lesung.-370x247.jpg" alt="Gunung Kotak memiliki bebatuan berbentuk mirip lesung. (Mariyana Ricky P.D./JIBI/SOLOPOS)" width="370" height="247" /> Gunung Kotak memiliki bebatuan berbentuk mirip lesung. (Mariyana Ricky P.D./JIBI/Solopos)[/caption]

Gunung Kotak

Seusai menikmati wisata tradisi di Kampoeng Wayang, solopos.com beringsut ke dusun sebelahnya yakni di Dusun Sendang, lokasi Gunung Kotak.

Namanya diambil dari bebatuan berbentuk kotak yang ada di kompleks tersebut. Di titik ini solopos.com dapat menyaksikan panorama indah Desa Kepuhsari dari ketinggian.

Waduk Gajah Mungkur pun tampak dari lokasi ini. Ditambah sejumlah sarana swafoto semakin menambah sensasi berwisata di tempat ini.

“Untuk masuk ke kawasan Gunung Kotak, pengunjung dimintai tarif masuk senilai Rp3.000,” terang Ikatan Karang Taruna Sektor Atas Desa Kepuhsari, Heri Suranto.

 

Jika berniat singgah di Kampoeng Wayang sebaiknya menggunakan kendaraan roda dua dengan performa dan bahan bakar maksimal. Destinasi Kampoeng Wayang berada di jalur aspal halus namun untuk menuju dusun lain, lintasan yang dilalui hanyalah jalan makadam semen dua lajur. Selamat berlibur!