WISATA SOLORAYA : Di Wonogiri Ada Desa "Flintstone", Namanya Kampung Batu

Kampung Batu Wonogiri terletak di antara perbukitan kars Manyaran. (Mariyana Ricky/JIBI - Solopos)
13 Juli 2017 18:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Lifestyle Share :

Wisata Soloraya di Wonogiri yang satu ini layak Anda jelajahi. Anda akan menemukan pemandangan yang membuat Anda terpesona.

Solopos.com, WONOGIRI -- Bagi Anda generasi tahun 90-an pasti ingat film animasi Flintstone, film bikinan studio Hanna Barbera untuka jaringan televisi ABC yang diproduksi sejak tahun 1960?

[caption id="attachment_832875" align="alignleft" width="370"]http://images.harianjogja.com/2017/07/13Kampung-Batu-Dukuh-Tlogo-Desa-Kepuhsari-Kecamatan-Manyaran-Wonogiri.jpg">http://images.harianjogja.com/2017/07/13Kampung-Batu-Dukuh-Tlogo-Desa-Kepuhsari-Kecamatan-Manyaran-Wonogiri-370x278.jpg" alt="suasana Kampung Batu Dukuh Tlogo, Desa Kepuhsari. (Mariyana Ricky P.D./JIBI/SOLOPOS)" width="370" height="278" /> Suasana Kampung Batu Wonogiri. (Mariyana Ricky P.D./JIBI/Solopos)[/caption]

Dalam film yang mengambil latar zaman batu itu dikisahkan mengenai kehidupan zaman batu, termasuk perlengkapan penunjang kehidupan dari mulai mobil, kulkas hingga televisi terbuat dari batu. Nah di Wonogiri ada sebuah kampung yang secara nama menyerupai desa Flintstone.

Namanya, Kampung Batu. Hanya bedanya dengan desa di film Flintstone, semua perlengkapan penunjang kehidupan tak menggunakan batu.

Kampung Batu Wonogiri merupakan nama julukan untuk menyebut sebuah dukuh yang berada di perbukitan kars Wonogiri. Secara administratif, Kampung Batu bernama Dusun Tlogo, Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Wonogiri. Ada sekitar 50 keluarga yang mendiami dusun ini.

[caption id="attachment_833035" align="alignleft" width="370"]http://images.harianjogja.com/2017/07/Kampug-Batu-perumahan-berada-di-antara-bebatuan-besar.jpg">http://images.harianjogja.com/2017/07/Kampug-Batu-perumahan-berada-di-antara-bebatuan-besar-370x225.jpg" alt="Permukiman di Kampung Batu Wonogiri berada di antara bebatuan besar.(Mariyana Ricky/JIBI/Solopos)" width="370" height="225" /> Permukiman di Kampung Batu Wonogiri berada di antara bebatuan besar.(Mariyana Ricky/JIBI/Solopos)[/caption]

Lokasi Kampung Batu berjarak sekitar lima kilometer dari jalan utama. Dusun Tlogo terdiri atas dua bagian, Tlogo atas dan Tlogo bawah. Tlogo atas berjarak sekitar dua km dari Tlogo bawah, dengan medan mendaki lantaran berada di lokasi yang lebih tinggi.

Warga Tlogo atas setiap sepekan sekali berbelanja kebutuhan sehari-hari. Ini karena akses jalan bebatuan yang sulit dilalui sepeda motor.

Dusun Tlogo bawah berjarak sekitar 5-6 km dari Kampung Wayang. Untuk menuju Kampoeng Wayang butuh waktu dua jam dari Kota Solo. Rute paling singkat ke Desa Kepuhsari adalah melintasi Jl.Tawangsari-Manyaran yang ditempuh sekitar 70-an kilometer (km).

Bebatuan

Sepanjang perjalanan menuju Kampoeng Wayang, Solopos.com ditemani hamparan sawah menghijau yang bersisihan dengan perbukitan karst. Sesekali pula menyeberangi jembatan yang membentang di atas sungai berbatu besar. Sejuk pohon turus jalan membuat terik siang itu tak begitu terasa.

[caption id="attachment_833261" align="alignleft" width="370"]http://images.harianjogja.com/2017/07/Kampung-Batu-Wonogiri-3.jpg">http://images.harianjogja.com/2017/07/Kampung-Batu-Wonogiri-3-370x247.jpg" alt="Kampung Batu Manyaran Wonogiri (Maryana Ricky/JIBI/Solopos)" width="370" height="247" /> Kampung Batu Manyaran Wonogiri (Maryana Ricky/JIBI/Solopos)[/caption]

Dari Kampoeng Wayang akses menuju Kampung Batu tidaklah mudah.

"Dinamai Kampung Batu karena permukiman tersebut dibangun di antara bebatuan besar. Jadi di samping rumah, di jalan kampung, kebun, sawah, ada bebatuan besar yang muncul," kata penanggung jawab Kampoeng Wayang, Retno Lawiyani, kepada Solopos.com, Selasa (11/7/2017).

Di Kampung Batu, sambungnya, juga terdapat gua karst, sungai bawah tanah, serta pertapan. Ada pula bebatuan besar peninggalan zaman kuno berbentuk semacam lesung untuk menumbuk padi.

[caption id="attachment_833260" align="alignleft" width="370"]http://images.harianjogja.com/2017/07/Kampung-Batu-Wonogiri-2.jpg">http://images.harianjogja.com/2017/07/Kampung-Batu-Wonogiri-2-370x247.jpg" alt="Kampung Batu, Manyaran, Wonogiri (Mariyana Ricky/JIBI/Solopos)" width="370" height="247" /> Area persawahan Kampung Batu, Manyaran, Wonogiri (Mariyana Ricky/JIBI/Solopos)[/caption]

Sayangnya, destinasi itu belum dikelola lantaran belum dieksplorasi sepenuhnya.

"Sungai bawah tanah ini jika ditelusuri akan tembus ke dusun lain di Desa Kepuhsari yang terpisah bukit besar. Tapi untuk melewatinya perlu perjuangan karena dikhawatirkan banyak hewan liar dan berbisa," kata dia.

Ke depan, warga berencana bekerja sama dengan agen travel untuk membuka potensi panjat tebing dan flying fox di Kampung Batu.

"Kami punya bukit besar yang puncaknya berbentuk mirip lapangan. Idenya dibikin panjat tebing di sana tapi penuh risiko karena masih hutan yang dikuasai kera," ungkap Retno.

Ke depan pula Kampung Batu akan dibikin semacam kampung purba, sehingga wisatawan yang datang bisa merasakan kehidupan di zaman purba.

Beberapa bukit kapur besar di Kampung Batu memiliki nama lokal di antaranya Gunung Gede, Gunung Panggung, Gunung Kukusan, dan Gunung Semar.