WISATA SOLORAYA : Dung Jengglong Sragen, Air Terjun Warna Biru

Pemandangan Dung Jengglong terlihat indah. (Mariyana Ricky P.D./JIBI - Solopos)
19 Juli 2017 07:00 WIB Alvari Kunto Prabowo Lifestyle Share :

Wisata Soloraya Sragen Dung Jengglong tawarkan eksotisme air terjun

Solopos.com, SRAGEN -- Bumi Sukowati masih menyimpan sejumlah tempat wisata tersembunyi. Jika beberapa waktu lalu, pembaca telah menikmati eksotisme air terjun mini Dung Grujug, kali ini Solopos.com akan kembali menelusuri pesona lain yang tak jauh dari situ. Masih berada di satu kecamatan yakni Miri, media sosial Instagram sukses memopulerkan destinasi itu.

[caption id="attachment_830975" align="alignleft" width="370"]http://images.harianjogja.com/2017/07/05dungjegglong.jpeg">http://images.harianjogja.com/2017/07/05dungjegglong-370x247.jpeg" alt="Dung Jengglong menjadi alternatif wisata air di Sragen. (Mariyana Ricky P.D./JIBI/SOLOPOS)" width="370" height="247" /> Dung Jengglong menjadi alternatif wisata air di Sragen. (Mariyana Ricky P.D./JIBI/Solopos)[/caption]

Dung Jengglong, begitulah masyarakat menyebutnya. Terletak di tengah aliran Kali Jengglong Dukuh Mojolegi, Desa Bagor, Dung Jengglong menawarkan sensasi bermain air di tengah bebatuan kapur.

Tak hanya itu, tempat wisata baru ini juga memiliki air terjun mini setinggi tiga meter. Cekungan sungai di titik jatuhnya air pun tak begitu dalam.

Dikepung pohon bambu dan jati, Dung Jengglong terasa teduh di siang hari. Airnya yang berwarna biru seolah mengajak siapa pun untuk terhanyut menjajal dinginnya.

Jangan tanya soal sudut foto. Dari mana saja, Dung Jengglong dapat dibingkai menjadi gambar apik. Sekadar berendam sambil ngadem di Dung Jengglong tentu tak ada salahnya.

Pengelola Dung Jengglong, Giyono, mengatakan popularitas air terjun mini itu baru sekitar setahun terakhir. Ramainya pengunjung bergantung pada debit air sungai. "Meski begitu saat haru libur, Dung Jengglong tetap ada pengunjung," kata dia, Kamis (22/6/2017).

Saat ini tak ada pungutan tiket masuk apa pun bagi pelancong, kecuali biaya parkir. Objek wisata ini jadi terkenal karena banyak yang ekspose di media sosial, di antaranya akun Instagram @ExploreSragen dan @MblayangSragen.

Bagi pengunjung yang ingin menyambangi Dung Jengglong, dari mana saja arahkan kendaraan ke Jl.Solo-Purwodadi. Belok ke arah Gunung Kemukus kemudian terus lurus hingga menjumpai Dukuh Mojolegi.

Dari situ, papan petunjuk sudah mulai bertebaran untuk mengarahkan ke Dung Jengglong. Jaraknya hanya berkendara sekira satu jam dari Kota Solo dan 45 menit dari Sragen kota. Yuk main air!

Tokopedia