KULINER BOYOLALI : Abon Lele Boyolali Jadi Idola di Moskow

WargaDesa Tanjungsari, Banyudono, Boyolali, Sumiyati, menunjukkan aneka jenis makanan terbuat dari lele, Selasa (20/6/2017). (Aries Susanto/JIBI - Solopos)
14 Agustus 2017 09:00 WIB Aries Susanto Lifestyle Share :

Produk UMKM asal Kabupaten Boyolali Jawa Tengah seperti abon lele, tas kulit ikat pari, dan kerajinan tembaga Tumang diminati masyarakat Moskow.

Solopos.com, BOYOLALI -- Sejumlah produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) asal Kabupaten Boyolali Jawa Tengah diminati masyarakat Moskow, Rusia. Ada kuliner khas Boyolali berupa abon lele, ada tas dari kulit ikat pari, dan ada juga kerajinan tembaga Tumang. Hal itu terlihat saat perwakilan Boyolali mengikuti Festival Indonesia 2017 di Rusia, Jumat-Minggu (4-6/8/2017).

Menurut Agus, masyarakat Moskow menyerbu stan untuk membeli produk makanan abon lele pada hari pertama pameran. Setelah merasakan nikmanya abon lele produk Boyolali, mereka membeli sehingga tidak ada barang yang tersisa.

"Kami yang mengikuti pameran UMKM dalam Festival Indonesia 2017 di Hermitage Garden Moskow, Rusia. Selama tiga hari banyak produk yang habis diserbu pengunjung," kata Kepala Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Kabupaten Boyolali, Agus Partono, di Boyolali, Minggu (13/8/2017).

Produk UMKM asal Boyolali lain yang banyak diminati masyarakat Moskow adalah kerajinan tas dan dompet dengan bahan baku ikan pari. Banyak warga Moskow menanyakan bagaimana cara membeli produk itu berikut biaya kirimnya.

"Kami juga melihat produk UMKM kerajinan tembaga Tumang Boyolali banyak diminati masyarakat Moskow. Mereka misalnya tertarik corak ukiran yang diproduksi pengrajin Tumang seperti lampu hias dan sebagainya," imbuh Agus.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Boyolali mengirimkan produk-produk UMKM tersebut untuk mengenalkannya kepada masyarakat mancanegara. Kegiatan pameran UMKM dalam rangkaian Festival Indonesia yang digelar di tahun kedua ini sukses membuka peluang bisnis bagi pengrajin di Boyolali.

Duta Besar Indonesia untuk Rusia di Moskow, M. Wahid Supriyadi, mengagumi produk-produk yang dipamerkan Pemkab Boyolali. Salah satu produk yang menarik perhatian masyarakat Moskow adalah produk perusahan garmen Pan Brothers. Dalam kesempatan itu, Pan Brothers mengadakan perundingan soal pakaian militer dengan Rusia.

Da berharap Pemkab Boyolali melanjutkan pengiriman duta seni dan produk UMKM ke Moskow untuk membuka bisnis. Dengan demikian, bisa mengangkat perekonomian masyarakat terutama bagi industri kecil dan menengah. Pemerintah kota/kabupaten Soloraya lain mungkin perlu meniru Boyolali agar produk UMKM mereka mengglobal.

Tokopedia