TIPS KESEHATAN : Awas, Depresi Rawan Selingkuh!

Foto ilustrasi: Depresi bisa memicu perilaku menyimpang misal selingkuh dan hubungan cinta semalam. (torontostar.com)
16 Agustus 2017 01:00 WIB Astrid Prihatini Wisnu Dewi Lifestyle Share :

Tips kesehatan kali ini membahas tentang dampak depresi bisa memicu perselingkuhan.

Solopos.com, SOLO -- Depresi tak hanya meruntuhkan kesehatan secara menyeluruh jika tidak segera diatasi, melainkan juga bisa memicu perselingkuhan dan hubungan cinta semalam.

Jika Anda merasa depresi, segeralah berbicara dengan seorang psikolog. Semakin lama Anda membiarkan kondisi ini, semakin membuat Anda terpuruk.

"Seorang psikolog akan mendiagnosa apakah Anda benar-benar depresi atau masalah terkait lainnya. Dia juga akan membantu Anda memahami perasaan yang tengah dirasa saat ini," kata psikolog dari Mumbai, India, Aditi Kulkarni, dikutip dari situs Times of India, belum lama ini.

Jika Anda ragu bicara dengan orang tua, bicarakan masalah ini dengan orang terdekat lainnya yang membuat Anda merasa nyaman untuk bercerita. Cara ini dapat meredakan depresi tersebut. Jangan sampai rasa bersalah hinggap di diri Anda yang membuat semakin depresi.

Lelah, kurangnya kemampuan untuk berkonsentrasi, tidak memerdulikan penampilan, selalu terlintas di pikiran untuk bunuh diri, jelas Aditi, adalah gejala klasik dari depresi yang harus ditangani segera.

Sejumlah penelitian menunjukkan pasien yang mengalami depresi cenderung terlibat dalam perilaku menyimpang antara lain perselingkuhan. Ada juga dari mereka yang memilih melakukan cinta satu malam dan hubungan kilat yang lain.

Senior Psychiatrist and Psychotherapist Director dari Foundation Hope, Deepak Raheja, mengatakan hidup dalam kondisi seperti ini membuat mereka merasa diterima dan memudahkan mereka melupakan sejenak depresi yang tengah mereka rasakan. "Namun, akan menjadi bencana besar jika tak segera ditangani," kata Deepak.

Deepak pun berpesan siapa saja yang memiliki pasangan yang mengalami depresi dan menangkap basah telah terjadi perselingkuhan, jangan mengambil sikap menghakimi dia karena pada saat yang sama Anda harus menerima kondisi dia yang sebenarnya.

"Jika saling menyalahkan, pernikahan Andalah yang menjadi taruhannya," kata Deepa.

Tokopedia