TIPS KESEHATAN : Pola Tidur Buruk Pengaruhi Fertilitas Wanita

Foto ilustrasi: Kurang tidur atau tidur kurang berkualitas bisa memicu infertilitas pada wanita (sleepreviewmag.com)
25 Agustus 2017 06:30 WIB Astrid Prihatini Wisnu Dewi Lifestyle Share :

Tips kesehatan kali ini membahas pengaruh pola tidur wanita terhadap fertilitas.

Solopos.com, SOLO --Apakah Anda memiliki masalah tidur atau tidur kurang berkualitas? Berhati-hatilah. Sebab pada perempuan, peluang untuk mendapat keturunan juga dipengaruhi oleh pola tidur. Kurang tidur dan tidur kurang berkualitas berisiko membuat perempuan lebih susah punya anak.

Menurut para ilmuwan, jam biologis yang berhubungan dengan siklus tidur-bangun banyak berpengaruh pada kesehatan. Banyak penelitian mengaitkannya dengan risiko obesitas, kanker, dan yang terbaru mengaitkannya dengan infertilitas atau ketidaksuburan pada perempuan.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Jepang dan Amerika Serikat tersebut menggunakan sejumlah tikus percobaan. Pada tikus muda tidak tampak ada pengaruh, namun pada tikus paruh baya kurang tidur sangat berdampak pada sistem reproduksi.

Dalam percobaan tersebut, sebanyak 71 persen tikus dengan jam biologis yang normal bisa dibuahi dengan mudah. Sebaliknya, hanya 10 persen tikus dengan jam biologis tidak normal yang akhirnya bisa dibuahi pasangannya.

Meski pengamatan baru dilakukan pada tikus, namun diyakini efek yang sama juga ditemukan pada manusia. Para peneliti menganjurkan agar kualitas tidur selalu terjaga jika ingin punya keturunan, antara lain dengan menjaga lingkungan tidur selalu nyaman.

"Dalam kehidupan modern, perempuan terpapar banyak gangguan dari lingkungan yang mungkin berpengaruh pada ketidaksuburan," kata Gene Block dari University of Los Angeles, salah seorang ilmuwan yang terlibat dalam penelitian tersebut, seperti dikutip dari Dailymail, belum lama ini.

"Saat ini kita hidup dalam level pencahayaan tinggi di malam hari, dan pola tidur kita terganggu oleh pola kerja di malam hari maupun perjalanan melintasi zona waktu yang berbeda," lanjut Block.

Selain mengurangi kesuburan, kurang tidur juga membawa dampak lainnya. Tidur malam selama enam sampai tujuh jam tidak hanya membantu para pekerja wanita lebih produktif. Tapi juga terhindar dari kedinginan di tempat kerja.

"Jika tidak, tubuh mudah sekali lelah. Rasa lelah membuat sensitivitas kita jadi tinggi yang membuat terjadinya perubahan suhu di tubuh kita," kata ahli nutrisi, Dalia Maori.

Sayang, wanita dikenal memiliki kualitas tidur yang buruk dibanding pria. Sebuah studi yang dilakukan Universitas Cambridge pada 2014 menemukan dua per tiga dari wanita mengalami kesulitan tidur malam. Keluhan pun beragam. Mulai dari insomnia ringan, sering terbangun di malam hari, mengalami mimpi buruk terus menerus. Akibatnya, wanita sulit tidur yang membuat mereka berisiko kedinginan.

"Hal ini karena tubuh kita berfluktuasi dua derajat selama sehari penuh. Ini suhu tertinggi di malam hari dan terendah di pagi hari sebelum kita terbangun," kata dia.

Kurang tidur malam juga mengganggu siklus alami tubuh wanita yang dikenal sebagai circadian rhythm, yang membuat tubuh merasa dingin di saat tubuh lelah.