Di Kota Ini, Elang Botak Berkeliaran di Taman Layaknya Burung Dara

Petugas pelabuhan memberi makan elang botak (Youtube)
25 Agustus 2017 13:10 WIB Muhammad Rizal Fikri Lifestyle Share :

Tak ada banyak pohon tinggi, elang botak di Unalaska biasa berdekatan dengan manusia.

Solopos.com, UNALASKA  – Jika ada burung dara berkumpul di sebuah taman menunggu makanan dari pengunjung taman, itu hal biasa. Namun apabila burung dara diganti dengan elang botak liar, ceritanya akan berbeda.

Di Amerika Serikat, negara yang menggunakan elang botak sebagai simbol negara, hewan tersebut sulit untuk ditemukan. Namun kondisi yang bertolak belakang terjadi di kota Unalaska, Kepulauan Aleutian, Alaska. Di kota tersebut elang botak layaknya burung dara di sebuah taman.

Dilansir Odditycentral, Senin, (21/8/2017), Unalaska memiliki populasi manusia kurang lebih 4.700. Manusia harus berbagi tempat dengan lebih dari 600 ekor elang botak. Kondisi alam Unalaska yang tak memiliki pohon-pohon tinggi membuat elang botak membangun sarang di tebing-tebing dekat kota.

Berbeda dengan dara yang berkeliaran di taman, elang botak di Unalaskan merupakan hewan liar yang berbahaya untuk manusia. Burung tersebut bisa berubah agresif saat di dekat sarang mereka ada manusia.

[caption id="attachment_845946" align="aligncenter" width="370"]http://images.harianjogja.com/2017/08/Petugas-pelabuhan-memberi-makan-elang-botak-Youtube.jpg">http://images.harianjogja.com/2017/08/Petugas-pelabuhan-memberi-makan-elang-botak-Youtube-370x208.jpg" alt="Petugas pelabuhan memberi makan elang botak (Youtube)" width="370" height="208" /> Petugas pelabuhan memberi makan elang botak (Youtube)[/caption]

Kepolisian Unalaska  memasang tanda peringatan di daerah-daerah yang digunakan untuk sarang elang botak. Terutama selama bulan Juni hingga akhir musim panas di Alaska. Waktu-waktu tersebut elang botak lebih banyak menghabiskan waktu di sarang mereka. ”Kami selalu memasang tanda di daerah yang terdapat sarang elang botak. Elang botak akan melakukan apapun untuk melindungi anak mereka. Yang berbahaya adalah saat elang menyerang kepala manusia,”ucap Kepala Polisi Unalaska, Jennifer Shockley.

Shockley menambahkan, tak jarang orang-orang dewasa mengusir elang yang berkumpul di taman. Hal itu berbahaya untuk anak-anak. Setiap tahun, rata-rata, di Unalaska terjadi enam hingga 10 serangan elang botak terhadap manusia.

Banyaknya elang botak bersarang di Unalaska tak terlepas dari Pelabuhan Dutch yang ada di kota tersebut. Pelabuhan itu merupakan salah satu tempat memancing terbesar di dunia. “Banyak elang menunggu nelayan yang menangkap ikan. Elang-elang itu akan berebut ikan saat nelayan mengangkat jaring mereka,” tutup Shockley.