WISATA SOLORAYA : Menyusuri "Lorong Waktu" Museum Sangiran Krikilan

Ilustrasi Hewan Purba di tepi Sungai Bengawan Solo. (Mariyana Ricky P.D./JIBI - SOLOPOS)
28 Agustus 2017 08:00 WIB Alvari Kunto Prabowo Lifestyle Share :

Sangiran menampilkan aneka cluster fase kehidupan

Solopos.com, Sragen--Situs Purbakala Sangiran Sragen tak pernah kehilangan pesona. Datang ke sini, pembaca solopos.com seolah masuk lorong waktu ke masa lampau. Balai Pelestarian Manusia Purba Sangiran (Cluster Krikilan), Museum Manusia Purba Cluster Bukuran, Ngebung, dan Museum Lapangan Manyarejo bertanggung jawab atas pelestarian situs ini.

Jika beberapa waktu lalu, Solopos.com sudah membahas tuntas mengenai cluster-cluster kecil Sangiran, kali ini solopos.com akan menyusuri koleksi Museum Sangiran Cluster Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen.

Cluster ini merupakan pusat kunjungan utama Balai Penelitian Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMPS) dengan koleksi terlengkap. Koleksi tersebut terbagi menjadi tiga ruang pamer. Ruang pertama berisi sejumlah diorama yang memberikan informasi tentang manusia purba dan hewan yang ada di situs sekitar 1 juta tahun yang lalu.

Ruang kedua lebih luas, menyajikan aneka fosil hewan yang bisa kamu sentuh. Selain itu terdapat diorama sejarah eksplorasi situs, termasuk display besar yang menayangkan teori big bang. Sedangkan di ruang pamer ketiga, pengunjung seolah diajak memasuki dunia lain. Di tempat ini terdapat kubah besar berupa diorama yang memberikan pemandangan seluruh wilayah Sangiran.

Awal Cocok Tanam

Manusia purba yang tinggal di gua, beberapa hewan purba yang mencari makan di tepi Sungai Bengawan Solo, serta manusia purba lain yang tengah bercocok tangan dengan latar belakang Gunung Lawu. Di ruang pamer ini, terdapat karya pematung paleontologis internasional Elisabeth Daynes yakni Homo Floresiensis.

Bagi yang pengin membeli cinderamata, terdapat beberapa kios yang menjual aneka produk khas Sangiran. Produk tersebut antara lain cincin batu, ukiran, patung, atau kaus bertuliskan Sangiran, The Homeland of Java Man. Kantin makanan juga tersedia di area Kluster Krikilan. Di luar Agustus, tiket masuk museum senilai Rp5.000 untuk turis lokal dan Rp10.000 untuk turis asing. Sedangkan biaya parkir per motor sekitar Rp2.000.

Untuk mencapai Museum Sangiran Cluster Krikilan, dari Solo atau Jogja ambil arah Purwodadi. Estimasi jarak sekitar 17 kilometer. Dari jalur Solo-Purwodadi terus ikuti petunjuk dan rambu lalu lintas yang cukup jelas di sepanjang jalan. Jika masih enggak yakin, manfaatkan layanan Google Maps di ponsel.

Tokopedia