TIPS KESEHATAN : Pasang Kawat Gigi, Perhatikan 3 Tahap Ini

Klinik gigi RS Indriati Solo Baru (Shoqib A/JIBI - Solopos)
29 September 2017 06:30 WIB Shoqib Angriawan Lifestyle Share :

Tips kesehatan kali ini membahas kawat gigi.

Solopos.com, SUKOHARJO--Kawat gigi atau orthodontic treatment merupakan perawatan gigi yang tengah populer. Perawatan yang juga sering disebut behel gigi ini bertujuan utama untuk merapikan posisi gigi sehingga gigi menjadi lebih sehat. Selain sehat, gigi yg rapi juga memperindah tampilan dan estetika wajah.

Gigi yang tidak teratur cenderung membuat makanan lebih mudah tersangkut . Selain itu, karang gigi juga lebih cepat bertumpuk. Dokter spesialis Ortodonsia dari Rumah Sakit Indriati Solo Baru, drg Slamet Basuki R, Sp.Ort, mengatakan pemasangan kawat gigi tidak hanya berlaku untuk kaum perempuan.

Kaum laki-laki juga banyak yang membutuhkan perawatan kawat gigi. Pemasangan kawat gigi ini juga banyak dilakukan oleh remaja yang hendak mengikuti seleksi menjadi anggota TNI maupun Polri.

Menurutnya, ada tiga tahap yang harus dijalankan pasien agar pemasangan kawat gigi berhasil. “Tiga tahap ini adalah tahap persiapan, perawatan aktif, dan perawatan pasif,” katanya saat ditemui Solopos.com di Rumah Sakit Indriati Solo Baru.

Tahap persiapan ini di antaranya adalah proses pemeriksaan gigi yang meliputi pembersihan karang gigi, foto rontgen, pencetakan model gigi, dan jika diperlukan dilakukan pencabutan gigi. Tahap selanjutnya, pada perawatan aktif pasien mulai dilakukan setelah pemasangan kawat gigi. Kemudian dilakukan aktivasi alat satu bulan sekali sampai gigi-gigi bergerak dan berjajar rapi sesuai yg diharapkan. Proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama berkisar 1 sampai 3 tahun tergantung tingkat kesulitannya.

Setelah gigi-gigi rapi, lalu braket bisa dilepas, kemudian gigi-gigi dicetak lagi dan pasien siap menjalani perawatan pasif. Pada tahap ini bracket pada gigi sudah dilepas dan diganti dengan retainer.

“Proses perawatan pasif ini sangat penting, namun masih belum banyak dipatuhi oleh pasien. Akibatnya belum sampai tujuh bulan, gigi pasien jadi tidak beraturan kembali,” urainya

Pria yang akrab disapa Memed ini juga menyarankan agar pemasangan kawat gigi dilakukan oleh *dokter gigi spesialis ortodonsia*. Hal ini menyikapi maraknya pemasangan kawat gigi yang dilakukan oleh berbagai pihak yang bukan kompetensi mereka. Hal ini mengakibatkan risiko bagi kesehatan dan gigi pasien.

Sementara itu, RS Indriati Solo Baru memberikan kemudahan pembiayaan perawatan ortodonsi. Info lebih lengkap silakan mengunjungi poli gigi ortodonsi RS Indriati Solo Baru Sukoharjo atau telpon call center (0271) 5722 000.

Tokopedia