TIPS PARENTING : 5 Kiat Membangkitkan Rasa Percaya Diri Anak

22 Januari 2018 12:25 WIB Mahardini Nur Afifah Lifestyle Share :

Tips parenting ini tekait cara membangkitkan rasa percaya diri anak.

Solopos.com, SOLO -- Selama ini berkembang anggapan kepercayaan diri buah hati datang dari prestasi atau pencapaian yang bisa dibanggakan. Konsep itu tidak sepenuhnya keliru. Namun orang tua perlu memahami, percaya diri bukan konsekuensi, melainkan sesuatu yang bisa diusahakan atau diupayakan.

Seperti dilansir Psychologytoday.com, baru-baru ini, membangun kepercayaan diri buah hati sejak dini bisa menjadi bekal bagi anak untuk tumbuh secara positif ke depan. Nantinya, bekal inilah yang bakal menjadi energi untuk kembali bangkit saat anak menghadapi kegagalan atau digempur tantangan hidup.

Memang ada kalanya prestasi bisa mendongkrak kepercayaan diri anak. Namun, sifatnya hanya sementara. Lebih penting bagi orang tua untuk menyadari, setiap anak terlahir istimewa dan berbeda. Anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan bekal positif ini, anak bisa tumbuh menjadi pribadi percaya diri, bahagia, dan produktif.

Berikut ini beberapa kiat sederhana untuk membangun kepercayaan diri buah hati seperti dilansir Parents.com.

1. Biasakan Anak Membuat Pilihan
Dengan membiasakan anak membuat keputusan sederhana dalam hidupnya, orang tua telah melatih anak merasa berdaya. Misalkan, ketika sarapan anak boleh memilih ingin makan dengan lauk tahu atau tempe atau keduanya. Membiasakan anak membuat pilihan dalam hidupnya akan membantu menyiapkan si kecil menghadapi pilihan yang jauh lebih besar konsekuensinya ketika mereka dewasa kelak.

2. Bantu Anak Mandiri
Jangan biasakan mengerjakan apa pun untuk buah hati kita. Ada kalanya biarkan si kecil mengerjakannya sendiri meskipun hasilnya berantakan. Sebagai contoh, saat anak prasekolah mau berangkat beraktivitas, lebih gampang buat kita memakaikan pakaian atau sepatu mereka.

Berikan tugas dan tanggung jawab sesuai usianya seperti pakai baju sendiri, melipat pakaian, menyapu, merapikan kamar, dan sebagainya. Membiarkan si kecil mengerjakan sesuatu sendirian membantu mereka mempelajari hal baru. Lebih banyak berhadapan dengan tantangan baru, anak jadi makin percaya diri menjalani hidup.

3. Jangan Pelit Memuji
Anak-anak ahli mendeteksi ketulusan orang ketika memuji. Pujilah ketika anak-anak berlaku baik, tapi dengan lebih tulus dan spesifik. Misalkan ketika anak membuat potret ilustrasi keluarga. Jangan hanya melontarkan pujian, “Wow, keren banget”. Tapi jajal dengan kalimat lain seperti, “Ibu suka sekali dengan gambaran ini. Kamu bahkan bikin janggut ayah,”.

4. Berdamai dengan Ketidaksempurnaan
Selalu bilang kepada anak, tidak semua orang sempurna ketika dia menghadapi kegagalan. Jelaskan juga tidak ada yang menginginkan kegagalan. Cara orang tua bereaksi ketika si kecil membuat kesalahan atau kekecewaan memengaruhi keterbukaan anak ke depan. Jangan pernah bandingkan anak kita dengan anak lainnya.

5. Jangan Remehkan Anak
Pantang buat kita meremehkan anak-anak. Terlebih menyebut mereka dengan panggilan sarkasme lantaran si kecil tidak sesuai harapan. Jika sedang marah dan sulit menahan emosi, rehat dan tenangkan diri sendiri dulu ketimbang mengatakan sesuatu yang bakal kita sesali nantinya. Baru setelah itu, berikan penjelasan logis kepada anak bahwa kita tidak menyukai sikap atau tindakan tersebut.

Tokopedia