Tuty Adib Bawa Tenun Payakumbuh Sumatra Barat Ke Panggung London Fashion Week

02 Februari 2018 15:15 WIB Ika Yuniati Lifestyle Share :

Desainer asal Solo, Tuty Adib, ambil bagian dalam London Fashion Week.

Solopos.com, SOLO—Perancang busana Tuty Adib kembali tampil ke panggung fashion internasional. Kali ini ia pamer busana dalam Fashion Scout Autumn Winter (AW) 18 London.

Acara tersebut merupakan bagian dari London Fashion Week (LFW) yang diselenggarakan di London, Inggris, selama lima hari mulai, Jumat-Selasa (16-20/2/2018). Desainer asal Solo ini bakal menampilkan kain tenun Payakumbuh, Sumatra Barat. (baca: http://solopos.com/?p=855275" target="_blank">PERNIKAHAN PUTRI JOKOWI : Tuty Adib Siapkan Busana Jawa Klasik untuk Kahiyang Ayu)

Tuty bakal berbagi panggung dengan desainer ternama lainnya. Dilansir dari fashioncout.co.uk ada puluhan orang yang ikut memeriahkan acara tersebut. Mereka datang dari berbagai negara seperti Inggris, Taiwan, India, Amerika Serikat, dan Republik Cheska.

Selain koleksi autumn dan winter, event bergengsi ini juga mempersembahkan Fashion Scout Family. Ada puluhan desainer lain yang mempersembahkan koleksi busana keluarga. Fashion Scout juga diisi acara penghargaan Merit Award, Ones to Watch, dan International Woolmark Prize.

Tenun Desainer yang pernah membuat baju pernikahan keluarga Joko Widodo ini mengatakan Fashion Scout Autumn Winter (AW) 18 ini merupakan bagian dari London Fashion Week.

“Fashion scout ini tidak semua bisa masuk. Kurasinya ketat dan disini yang lolos desainnernya kreatif, bertalenta, dan unik juga,” kata Tuty, kepada Solopos.com, Kamis (1/2/2018).

Kesempatan besar ini tak disia-siakan oleh Tuty. Ia mengusung wastra Nusantara sebagai bahan utamanya. Kali ini tenun dari Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) menjadi pilihan.

Kain tersebut bakal disulap menjadi fashion etnik bergaya modern yang diberi nama Basiba. Ia terinspirasi dari busana tradisional Minangkabau bernama Basiba. Detail busana kurung ini dirancang menjadi ready to wear deluxe sebagai referensi koleksi autumn winter 2018.

Tuty merancang modest wear model tertutup. Dengan potongan gamis panjang kombinasi outer berupa kardigan maupun jaket. Dikenakan bersama bawahan celana dan rok.

“Total ada delapan outfit nantinya. [Sekarang] belum dibikin. Ini kainnya masih ditenun oleh para pengrajin. Dibuat dengan motif yang berbeda dari tenun songket pada umumnya,” kata Tuty.

Saat fashion show nanti, Tuty, mengatakan semua model disediakan dari pihak penyelenggara. Ia dan para desainer hanya menyiapkan kostum dan sejumlah materi pendukung.

Tak hanya pakaian, saat peragaan busana suasana Sumbar bakal dihidupkan dari iringan musik yang diaransemen dari percampuran bunyi etnik dan modern Payakumbuh.

Tokopedia