Biar Akrab, Kenali Karakteristik Tetangga Zaman Now

17 Februari 2018 07:15 WIB Mahardini Nur Afifah Lifestyle Share :

Hidup bertetangga perlu mengenal karakteristik tetangga.

Solopos.com, SOLO -- Zaman sekarang, hidup bertetangga gampang-gampang susah dijalankan. Padahal memiliki tetangga bisa meringankan beban kehidupan. Misalkan ketika sakit, ada tetangga yang siap mengulurkan bantuan. Ketika hendak pergi jauh, tetangga juga bisa memberi jaminan rasa aman lantaran ada yang dititipi.

Tak heran kemudian muncul istilah tetangga sebagai saudara yang terdekat. Namun belakangan ini kesibukan, kemacetan, dan keruwetan kondisi sekeliling bisa memengaruhi aktivitas bermasyarakat tersebut.

“Macet dan keruwetan bisa meningkatkan tingkat stres seseorang. Peningkatannya bergantung bagaimana pengelolaan kejiwaan masing-masing individu. Namun akibatnya, mereka bisa menjadi semakin individualistis,” terang Liza Marielly Djapri, seperti dikutip dari Antara, Senin (5/2/2018).

Lebih lanjut Liza menjelaskan, ketika seseorang saling berjuang mengelola kondisi kejiwaannya atas tekanan yang terjadi sehari-hari di lingkungannya, maka kecenderungan individualistis akan semakin muncul.

"Bagaimana tidak individualis, mereka terpaksa berusaha mengatasi stres masing-masing, tidak peduli dengan orang-orang di sekitarnya. Mereka terdorong melakukan sesuatu untuk kepentingan sendiri, mengatasi masalah-masalahnya sendiri," kata dia.

Walaupun sekarang kehidupan bertetangga sudah tidak seerat zaman dulu, namun tidak ada salahnya mengenal karakteristik orang terdekat dari tempat tinggal kita. Penulis dan konsultan etika dari Amerika Serikat, Jodi R.R Smith, membagi lima tipe tetangga.

Berikut jenis dan tips sederhana membangun komunikasi efektif dengan tetangga seperti dilansir Liputan6.com:

Tipe tetangga introvert
Suatu hari Anda melihat tetangga yang jarang merawat rumah mereka. Terlihat dari rumput halaman yang meninggi atau perkakas besi yang dibiarkan berkarat. Coba Anda amati sampai rentang sepekan. Kalau belum ada perhatian, kemungkinan tetangga membutuhkan perhatian Anda.

Idealnya penghuni rumah tidak nyaman melihat rumahnya tidak terawat. Namun bisa jadi tetangga Anda tipe yang malas membersihkan pekarangan. Kemungkinan lain, tetangga sedang sakit atau mengalami kesusahan. Jodi menyarankan satu-satunya jalan membangun komunikasi dengan tipe tetangga seperti ini adalah Anda jadi yang pertama mengawali pembicaraan.

Coba Anda datang ke rumahnya kemudian tanya kabar pemilik rumah. Dari obrolan itu, Anda bisa menyimpulkan apakah mereka termasuk penyendiri (introvert) sehingga anda bisa menawarkan bantuan. Dari situ hubungan baik bisa dijalin.

Tetangga yang bisa membahayakan
Ada kalanya kita tidak mengetahui secara detail karakteristik tetangga sekitar. Di Amerika Serikat pernah ada kejadian anak berusia 15 tahun ditembak mati tetangganya. Persoalannya sepele, sang anak menginjak rumput di sekitar pekarangan tetangganya.

Tidak ada salahnya kita mengetaui persis bagaimana karakter tetangga. Terlebih ketika ada anak kecil di rumah. Cara paling gampang, dengan bertandang ke rumah tetangga sambil membawa buah tangan. Lantas saling memperkenalkan diri, termasuk semua personel anggota keluarga, pekerjaan, dan informasi umum lainnya. Begitu juga sebaliknya.

Jangan sungkan ceritakan kebiasaan keluarga di rumah. Lantas tanya pendapat mereka misalkan anak suka bermain drum atau bola. Kalau mereka keberatan, Anda bisa legawa meminimalkan aktivitas tersebut agar tidak terjadi konflik.

Tetangga nyentrik
Ada kalanya tetangga kita masuk tipe nyentrik. Mereka senang berkunjung ke rumah kita dan tiba-tiba merasa dekat. Lalu tanpa sungkan mereka menyentuh furniture atau membuka kulkas tanpa izin. Jika menemui tetangga jenis ini, sebaiknyaAanda tegas sampaikan aturan privasi di rumah. Jangan takut kalau tipe ini menyerang sewaktu-waktu. Anda bisa minta pertolongan tetangga lain. Kalau tindakan mereka mengarah ke pidana, jangan sungkan laporkan ke polisi.

Tetangga tak mau bersosialisasi
Ada juga tipe orang yang malas dengan kerumunan atau keramaian. Mereka nyaman menutup diri. Bila mempunyai tetangga jenis ini, sebaiknya jangan dihindari. Jaga hubungan baik paling tidak dengan cara menegur sapa ketika berpapasan.

Tidak perlu memaksa tetangga bisa terbuka pada kita. Namun berikan perhatian seperti mengirim makanan atau memberikan senyuman tulus sebagai bentuk sapaan. Tipe ini biasanya memiliki zona aman sendiri dan tidak suka diusik orang asing. Alih-alih memaksa mereka terbuka, sebaiknya kita menjadi penghuni kompleks yang memahaminya.