Tren Baru Turunkan Berat Badan dengan Diet Ular, Mau Coba?

Ilustrasi rencana diet (Pictagram)
25 April 2018 05:45 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Ada saja metode diet terbaru yang muncul setiap bulannya. Berbagai metode diet itu sama-sama menawarkan solusi cepat menurunkan berat badan. Tapi, pada kenyataannya penurunan berat badan bergantung pada konsistensi seseorang dalam menjalankan dietnya.

Baru-baru ini, ada metode diet terbaru yang diklaim cepat menurunkan bobot tubuh. Metode diet menggiurkan itu diberi nama snake diet alias diet ular. Cara menurunkan berat badan dengan metode ini cukup mudah. Anda hanya perlu mengikuti pola makan ular.

Dilansir Boldsky, Selasa (24/4/2015), cara diet ular ini dipopulerkan oleh Cole Robinson dari Kanada. Metode diet ini muncul karena Cole Robinson frutasi dengan berbagai nasihat yang diberikan ahli gizi dan pelatih kebugaran tentang cara menurunkan bobot tubuh. Dia kemudian menjajal diet dengan menerapkan pola makan seperti ular.

Cole Robinson memulai snake diet dengan mengonsumsi makanan dalam porsi besar, kemudian berpuasa selama 36 jam. Dia mengatakan jika cara diet ini lebih efektif dibandingkan mengurangi porsi makanan. Sebab, diet ini membantu seseorang melawan kecanduan terhadap makanan. Dia bahkan mengklaim diet ini cocok diterapkan bagi penderita diabetes tipe dua.

Guna mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh, Cole Robinson meminum ramuan yang terdiri dari campuran air, garam laut, dan kalium klorida. Minuman ini diklaim membantu mengisi elektrolit yang mencegah tubuh dehidrasi. Minuman ini dianggap lebih baik dikonsumsi dibandingkan jus buah maupun sayur. Lantas, benarkah cara diet ini ampuh menurunkan berat badan dan aman dilakukan?

Sejumlah ahli gizi mengatakan bahwa metode diet ular tidak cocok diterapkan. Seorang ahli gizi bernama Julie Uptown mengatakan bahwa klaim sejumlah manfaat pada metode diet ini belum teruji secara klinis. "Saya tidak akan merekomendasikan diet ular, meski dilakukan dalam jangka pendek. Apalagi tidak ada bukti ilmiah tentang manfaat diet ini," katanya.

Julie Uptown menambahkan, puasa yang dijalani saat mempraktikkan diet ular tidak benar-benar mampu menurunkan berat badan. "Makan sekali kemudian berpuasa dalam jangka waktu lama tidak akan menurunkan berat tubuh. Saat berpuasa, tubuh akan kehilangan nutrisi penting sehingga menjadi lemah dan menyebabkan berbagai masalah lainnya. Jika diterapkan terus menerus tentu akan sangat berbahaya," sambung Julie Uptown.

Mengikuti pola makan ular adalah cara yang tidak realistis. Setelah makan, tubuh akan mendapatkan berbagai nutrisi penting. Namun, jika Anda memutuskan berpuasa, maka tubuh akan mendeteksi penurunan energi dan mulai menyimpan lemak sebagai cadangan energi. Bobot tubuh memang akan berkurang saat Anda tidak makan. Tapi, berat tubuh akan kembali seperti semula saat Anda membatalkan puasa dan mengonsumsi makan dalam porsi besar.

Tokopedia