Melirik Peluang Bisnis Tanaman Buah Dalam Pot

Bibit buat sirsak merah di Miracle Garden Solo. (Solopos/Mariyana Ricky P.D.)
25 April 2018 07:35 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO -- Ratusan hijauan merimbun di bekas garasi parkir Bus Raya di Jl. Brigjen Sudiarto No. 94, Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Solo. Di lahan seluas 500 meter persegi itu, beraneka jenis tanaman memenuhi halaman.

Seluruhnya mengisi pot dan planter bag beraneka ukuran. Beberapa di antara tanaman itu mulai berbuah. Merah, hijau, kuning dan hitam menjadi pemanis di antara hijau yang segar.

Ragam varietas tanaman itu adalah koleksi Miracle Garden, pusat tanaman buah unik yang baru saja beroperasi di Kota Solo. Andi Nata, pemiliknya, menawarkan aneka tanaman  unik dan langka. Bermacam pepohohan yang sudah jarang ditemukan dijual di sini. Tak hanya itu, pusparagam tanaman impor pun ada.

Andi menyebut langkahnya melirik tanaman unik sebagai peluang usaha baru dimulai sejak tiga tahunan lalu. Selain berpeluang menelurkan rupiah yang tak sedikit, bisnisnya itu juga jadi upaya konservasi varietas tumbuhan tertentu yang kian langka. Seluruhnya dapat ditanam ke dalam pot atau diarahkan untuk tabulampot (tanaman buah dalam pot).

“Bibit tanaman langka koleksi Miracle Garden di antaranya kesemek, namnam, kepel, sawo hijau, dan kelengkeng merah. Jenis ini boleh dibilang sulit dicari. Pohonnya pun di alam bebas mulai jarang ditemukan, karena itulah peluang bisnisnya menarik dijajaki,” kata dia saat berbincang dengan Solopos.com, belum lama ini.

Andi mengatakan jenis-jenis itu menjadi buruan banyak orang. Sebagian ingin menanamnya langsung di tanah, sedangkan yang lain memilih menjadikannya tanaman pot alias tabulampot. Tabulampot dianggap efektif menjadi solusi keterbatasan lahan. Terlebih untuk mereka yang tinggal di area perkotaan seperti Solo.

Andi menyebut tanaman koleksinya mayoritas berasal dari perbanyakan vegetatif (cangkok, okulasi, dan penyambungan). Hal itu dilakukan agar bisa memastikan kualitas bibit yang dijual.

“Vegetatif lebih baik karena bisa mengetahui sifat indukannya. Keberhasilannya pun dapat diprediksi. Tabulampot juga memiliki tingkat keberhasilan buah cukup besar, terlebih jika okulasinya dilakukan antara dua bibit unggul,” kata dia.

Dari berjualan tanaman langka itu, Andi mengaku mengantongi omzet hingga Rp50 jutaan per bulan. Dari angka tersebut, laba bersihnya menyentuh 30-40 persennya. Harga jual bibit dihargai senilai Rp25.000 per bibit tergantung jenis dan ukuran.

Selain membuka toko offline, Andi juga menawarkan pembelian via online melalui sejumlah market place besar di Indonesia.

Cherry Beach dan Buah Ajaib

Tanaman buah dalam pot yang kerap diburu adalah beach cherry dan miracle fruit alias buah ajaib. Beach cherry adalah tanaman asal Australia yang dibawa ke Indonesia pada 1996. Tanaman ini berasal dari Australia bagian utara yang udaranya tropis sehingga dapat beradaptasi dengan baik di Indonesia.

Bentuknya yang perdu dan berbuah sepanjang tahun menjadikan tanaman tersebut sebagai koleksi kebun yang unik. Buahnya bulat, manis, dan sedikit asam serta mampu berbuah sepanjang tahun jika dirawat dengan benar.

Varietas tanaman impor lain yang bisa ditabulampotkan adalah miracle fruit. Buah  bernama latin latin Synsepalum dulcucum ini disebut ajaib lantaran bisa mengubah rasa asam menjadi manis seketika.

Pemiliki Miracle Garden, Andi Nata, mengatakan buah berbentuk mirip duwet itu bermanfaat mengubah organ perasa lidah menjadi terasa manis setelah makan daging buah itu. “Sehingga rasa buah yang asam ketika kita makan berubah menjadi manis. Perubahan rasa di lidah tersebut akan tetap terasa dalam waktu ber jam-jam,” ungkap Andi.

Ia menambahkan kedua tanaman impor tersebut dapat berbuah sekitar tiga tahun pascatanam tanah. Perawatannya tak sekadar siram menyiram, namun juga pemberian nutrisi seperti pupuk kandang maupun pupuk organik lainnya.

“Selain beach cherry dan miracle fruit, ada juga plum hitam, plum merah dataran rendah, long murbei, buni keraton, kacang amazon, blackberry jam fruit, merica Thailand, jeruk nagami, sirsak merah, dan sebagainya,” kata Andi.

Plum merah dan plum dataran rendah berbentuk bulat dan berasa manis sedikit asam. Dua tanaman plum ini dapat berkembang baik di Indonesia, lantaran sejatinya tumbuh di daerah subtropis. Sedangkan long murbei adalah tanaman murbei yang buahnya panjang dan berasal dari pegunungan Himalaya.

Buah muda berwarna hijau, kemudian akan menguning, lalu memerah, dan ketika benar-benar matang akan berwarna merah kehitaman. Rasa buah ketika matang sangat manis.

“Kalau kacang amazon orisinalnya dari Amerika Selatan. Di negara asalnya saja buah ini sudah langka. Nama lainnya Bunchosia argentea dan dapat ditanam pada ketinggian 100 hingga 2.600 meter di atas permukaan laut [mdpl]. Bentuk buahnya mirip melinjo namun lebih besar. Warna saat matang merah tua dan beraroma mirip selai kacang dan ubi jalar. Buah dan bijinya dapat dimakan,” ungkap Andi.

Andi menyambung untuk blackberry jam fruit aslinya berasal dari Panama, Kolombia, Ekuador, dan Venezuela. Nama lainnya adalah jasmin de rosa dan juga raspberry bush. Bentuknya mirip buah zaitun dan rasanya mirip dengan buah blackberry.

“Merica Thailand, jeruk nagami, dan sirsak merah sebenarnya tak jauh berbeda dengan yang lokal,” ungkapnya.

Seluruh varietas itu dapat dibuahkan di pot asal mengikuti tata cara tanam dan perawatan yang benar.



Tokopedia