Beberapa Game Online Ini Justru Bikin Stres, Kok Bisa?

Game Candy Crush Saga. (Screenshot)
27 April 2018 05:35 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO -- Memainkan game online di ponsel terbukti bisa menghabiskan waktu, selain sebagai hiburan di saat senggang. Tetapi salah satu penelitian menyebut bermain game  justru membuat penggunanya stress.

Mengutip Liputan6.com, Senin (23/4/2018), Humanetech belum lama ini melakukan riset yang mempelajari apakah aplikasi smartphone--pada Ios (pengguna perangkat Apple)—benar-benar bermanfaat bagi penggunanya. Bersama lembaga survei Moment, Humanetech meriset ke lebih dari 200.000 pengguna Ios apakah aplikasi yang mereka gunakan berdampak khusus, apakah mereka senang menggunakan aplikasi tertentu? Atau, apakah mereka merasa tak bahagia ketika menggunakan beberapa aplikasi  lain?

Dari sepuluh aplikasi yang dirilis, tiga di antaranya merupakan game populer yang sudah diunduh jutaan pengguna. Ketiga game tersebut adalah Candy Crush Saga di posisi kedua, dengan laporan 71 persen pengguna tidak bahagia dan rerata pengguna membukanya selama 46 menit/hari.

Di posisi kelima ada Candy Crush dengan angka 59 persen pengguna tidak bahagia dan 47 menit pemakaian harian. Di urutan ke-10, terdapat game Subway Surfer di mana 56 persen pengguna tidak bahagia dan rerata menggunakannya selama 32 menit/hari.

Candy Crush Saga dan Candy Crush adalah game mencocokkan alias matching game yang tersedia di perangkat Ios dan Android. Gim ini adalah keluaran pengembang King yang setidaknya telah merilis matching game serupa Candy Crush sebanyak sebelasan lebih.

King juga merilis aplikasi  permainan Candy Crush bergenre arkade dengan tajuk Candy Crush Soda Saga. Seri lain mirip Candy Crush namun masuk kategori arkade di antaranya Farm Heroes Super Saga, Pet Rescue Saga, Diamond Digger Saga, Bubble Witch Saga, dan Scrubby Dubby Saga.

Mengutip App Store Apple, editor menyebut total unduhan Candy Crush mencapai 644 juta di Ios sejak dirilis kali pertama lima tahun lalu. Namun apakah benar game ini membikin stres penggunanya?

Salah satu pemain Candy Crush yang sudah tobat, Arnaina Sadewi, 24, mengaku pernah memainkan Candy Crush Saga dan Candy Crush Soda Saga. Ia memainkan game ini setiap hari sampai levelnya menyentuh angka seratus lebih.

Sayangnya semakin level naik, semakin sulit pula tantangannya sehingga semangat Arnaina lama-lama kendur.

“Awalnya seru bareng sama kawan-kawan Facebook. Berkejaran dengan mereka meskipun untuk mengisi nyawa [hearts] sesudah gagal misi harus menunggu beberapa waktu. Lama-lama makin susah, mau menuntaskan level gagal berkali-kali. Menunggu nyawa penuh lagi butuh waktu. Satu level bisa berhari-hari,” kata dia saat berbincang dengan Solopos.com, belum lama ini.

Lantaran gagal berkali-kali di Candy Crush Saga, mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Solo itu lantas mengunduh Candy Crush Soda Saga. “Sekalian menunggu nyawa di Candy Crush Saga penuh saya main Candy Crush Soda Saga. Tapi levelnya juga susah dipecahin. Menyerah. Dua-duanya saya uninstall kemudian beralih ke game lain yang genrenya berbeda,” ungkapnya.

Berbeda dengan Candy Crush yang bergenre teka-teki, game lain yang membikin stres adalah Subway Surfer. Di tampilan antar muka pertama, game bergenre aksi ini menawarkan aksi kejar-kejaran di atas kereta.

Pengguna yang diminta bermain sebagai Jake (kini tokohnya telah bertambah menjadi tiga orang yakni Jake, Tricky, dan Fresh) untuk kabur dari inspektur pemarah beserta anjingnya. Tokoh-tokoh itu sebelumnya menggambar mural di dinding kereta sehingga membuatnya jadi buronan.

“Saat berlari itu kita bisa sambil mengumpulkan koin yang bisa digunakan untuk membeli perlengkapan tambahan saat kabur, yakni hoverboard atau jetpack. Setiap kali selalu ada pembaruan seperti munculnya tokoh baru, Sofia, di seri teranyar Subway Surfer: Buenos Aires. Saat ini masih main tapi enggak serajin dulu. Stres juga karena gampang banget jatuh dan tertangkap saat levelnya naik,” tutur salah satu pemain Subway Surfer, Hendrikmo Kusnanto, Senin.