Kanker Payudara, Jangan Tunggu Stadium 4 Baru Berobat

ilustrasi kanker payudara. (indianexpress)
29 April 2018 16:35 WIB Indah Septiyaning Wardhani Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO -- Hampir 70% kasus pasien kanker  payudara terlambat memeriksakan penyakitnya ke rumah sakit. Mereka datang ke rumah sakit setelah penyakitnya memasuki stadium 3 atau lebih parah sehingga sulit untuk ditangani dan butuh biaya lebih tinggi.

Dokter spesialis bedah onkologi RS Kasih Ibu Solo, dr. Kristanto Yuli Yarsa, mengatakan angka kejadian kanker terus meningkat akibat perubahan pola hidup, banyaknya jenis makanan tak sehat, serta tekanan psikologis yang kian kompleks.

Tokopedia

“Dari sampel 400 pasien kanker payudara hasil penelitian di Bali dan Solo, 70 persennya datang memeriksakan diri sudah stadium tiga dan empat. Sedangkan sisanya masih stadium satu dan dua,” ungkap dia saat dijumpai Solopos.com di sela-sela Workshop dan Gathering “Wanita Hebat Zaman Now” yang digelar Lovely Pink Solo (LPS) dalam rangka merayakan ulang tahun kedua komunitas tersebut di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Minggu (29/4/2018).

Dia mengatakan kanker  payudara menduduki peringkat pertama jumlah penderita kanker terbanyak di Indonesia. Padahal penderita bisa mencegah penyebaran kanker di tubuh mereka sepanjang terdeteksi secara dini.

Namun persoalannya selama ini 70% masyarakat terlambat memeriksakan diri ke rumah sakit sehingga sulit ditangani. Karena itulah berbagai elemen masyarakat peduli kanker kini tengah merapatkan barisan dalam upaya pencegahan dan pengendalian kanker.

Salah satunya menggelar kegiatan sharing bersama survivor kanker tersebut. Dia mengatakan penderita kanker harus memiliki semangat tinggi untuk melawan sel-sel kanker di dalam tubuhnya. Dukungan penuh dari keluarga pun sangat diperlukan. Jangan sampai penderita berjuang sendiri melawan penyakitnya.

“Kuncinya adalah semangat dan ikuti pengobatan medis secara tuntas,” katanya.

Dia mengakui banyak penderita kanker  yang terlambat mendapatkan penanganan medis karena mencari alternatif ke sana kemari untuk pengobatan kanker. Kondisi ini justru memperparah penyakit kanker dan sulit untuk ditangani.

Ketua Panitia Theresia Sri Susanti mengatakan perayaan terbentuknya komunitas para penyintas dan pendamping pasien kanker payudara di wilayah Soloraya ini diwujudkan dengan gathering dan talkshow mengenai bahaya penyakit tersebut.

Momentum tersebut dijadikan sebagai langkah untuk memacu semangat para penyintas kanker  payudara untuk sembuh. Caranya dengan mendeteksi seawal mungkin sehingga kesempatan untuk sembuh masih sangat besar.

Acara itu dimulai dengan senam di halaman Balai Kota Solo. Tercatat ada sekitar 200 peserta yang mengikuti acara itu.

.