Keistimewaan Puasa di Bulan Syakban

Ilustrasi berdoa (IslamiCity)
30 April 2018 10:00 WIB Newswire Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO - Bulan Syakban memiliki banyak faedah. Beberapa amalan yang disunahkan antara lain adalah membaca Alquran dan memperbanyak selawat.
Berpuasa di bulan Syakban mungkin tidak sepopuler puasa sunah lain yang banyak disebutkan dalam ceramah ataupun pengajian. Kendati demikian, puasa bulan Syakban sering dilakukan oleh Nabi.

Dalam sebuah hadis riwayat Imam al Bukhari disebutkan diriwayatkan dari Abu Salamah, bahwa Aisyah berkata: Nabi tidak berpuasa pada satu bulan lebih banyak selain di bulan Sya’ban. Sesungguhnya Nabi berpuasa pada bulan Sya’ban (seolah-olah) pada seluruh bulan.”

Kendati tidak setiap hari, namun karena saking seringnya Nabi berpuasa di bulan Syakban, maka disebutkanlah seolah Nabi berpuasa di bulan Syakban setiap hari.

Berada di antara dua bulan yang agung dan kerap dirayakan, yaitu bulan Rajab yang termasuk bulan haram [mulia], dan bulan Ramadan yang merupakan bulan puasa, orang-orang menjadi disibukkan dengan dua bulan itu.

Sebagaimana dilansir situs Nu.or.id dikutip Solopos.com, Senin (30/4/2018), Ibnu Hajar al Asqalani menyebutkan dalam Fathul Bari Syarh Shahih al Bukhari Aisyah juga meriwayatkan bahwa Nabi banyak berpuasa di bulan Syakban karena pada bulan tersebut ajal seorang manusia dicatat, dan Nabi ingin ajal beliau dicatat saat sedang berpuasa.

Dapat kita simpulkan tujuan Nabi banyak berpuasa di bulan Syaban adalah sebagai ajaran kepada umatnya bahwa bulan Syakban adalah momen diangkatnya amal perbuatan. Ketika dalam keadaan berpuasa, tentu itu hal yang baik.

Nabi menyebutkan keutamaan bulan Syakban itu kerap terlupa karena fokus kebanyakan masyarakat teralih pada dua bulan yang mengapitnya, yaitu Rajab dan Ramadan. Padahal, bulan Sya’ban sendiri bisa menjadi bulan persiapan dan ‘pemanasan’ untuk meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan nanti.