Perhatikan! Ini 5 Mitos Soal Merawat Bayi

Ilustrasi merawat bayi (Pinterest)
03 Mei 2018 06:10 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Memiliki bayi adalah hal terindah yang dirasakan setiap orang. Seseorang yang telah memiliki anak tentu akan merasakan pengalaman sangat mengesankan dalam hidup. Saking senangnya, seorang wanita yang baru saja melahirkan akan sangat berhati-hati merawat anaknya. Bahkan, tak jarang dia mempercayai sejumlah hal yang sebenarnya hanya mitos belaka.

Mau tahu, apa saja mitos yang sering dipercaya wanita setelah melahirkan soal mengurus anak? Simak informasi selengkapnya dalam ulasan yang dihimpun Solopos.com dari Boldsky, Rabu (2/5/2018), di bawah ini:

Bayi baru lahir tidak bisa melihat

Sampai saat ini masih banyak orang yang percaya jika bayi baru lahir tidak bisa melihat. Pada kenyataannya, anggapan itu salah kaprah. Bayi baru lahir jelas bisa melihat. Namun, fungsi penglihatannya masih terbatas. Jadi, si kecil melihat semuanya dalam warna hitam dan putih. Setelah berusia dua pekan, kemampuan penglihatannya berkembang dan mulai bisa mengenali berbagai warna.

Bayi menangis karena kesakitan

Tangisan bayi memang memekakkan telinga. Biasanya, orang dewasa mengartikan tangisan bayi sebagai sinyal jika dia merasa kesakitan atau merasa tidak nyaman. Tangisan adalah salah satu cara bayi berkomunikasi dengan orang dewasa. Jadi, ketika si kecil menangis dan Anda melihat tidak ada yang salah padanya tidak perlu panik. Cukup gendong si buah hati dan berikan sentuhan lembut sampai dia tidur.

Bayi demam harus ke dokter

Daya tahan tubuh bayi dan orang dewasa jelas berbeda. Bayi baru lahir biasa terserang demam. Hal ini terjadi lantaran tubuh si bayi butuh adaptasi dengan suhu di luar rahim. Jadi, jika suatu saat bayi Anda demam jangan panik. Anda bisa mengompresnya terlebih dahulu untuk menurunkan panas. Jangan berikan obat apapun karena tubuh bayi belum siap menerima obat. Tapi, jika suhu tubuh bayi tidak turun dalam waktu 12 jam, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Baby walker membantu bayi berjalan

Penggunaan baby walker umum dilakukan oleh banyak orang. Alat ini diklaim mampu mempercepat kemampuan bayi berjalan. Padahal, kenyataannya jelas tidak demikian. Sebab, alat ini malah akan membuat bayi cedera jika dipakai secara sembarangan. Sebab, otot bayi belum bisa bekerja maksimal untuk menggerakkan baby walker yang berat itu. Akan lebih baik Anda mengajarkan si buah hati berjalan terlebih dahulu sebelum memberikan baby walker.

Memakai jasa pengasuh adalah kesalahan

Memakai jasa pengasuh anak adalah hal biasa bagi orang-orang sibuk yang hidup di kota. Pekerjaan yang menumpuk terkadang menyita banyak waktu untuk mengurus si kecil. Akhirnya, tak jarang mereka memakai jasa pengasuh untuk merawat anak mereka.

Tapi, biasanya muncul kekhawatiran jika si anak akan lebih dekat dengan pengasuh ketimbang orang tua kandungnya. Jika merasa khawatir, pastikan Anda tidak menyerahkan semua tanggung jawab mengurus keperluan si kecil kepada pengasuh. Anda juga harus memperhatikan tumbuh kembangnya secara teratur. Hal ini akan meningkatkan ikatan batin antara orang tua dan anak.

Tokopedia