Operasi Vagina Tingkatkan Kenikmatan Hubungan Intim, Benarkah?

Ilustrasi hubungan pria dan wanita (Pinterest)
08 Mei 2018 23:15 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Operasi organ kewanitaan tengah menjadi buah bibir. Hal ini terjadi setelah artis sensasional Nikita Mirzani melakukan operasi untuk mengencangkan kembali organ intimnya. Wajar saja, setiap wanita tentu ingin organ intimnya sehat dan prima. Tapi, organ intim wanita yang telah melahirkan melalui persalinan normal pasti mengendur. Namun, seiring dengan kemajuan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan, pengenduran organ kewanitaan bisa diatasi dengan mudah lewat jalan operasi.

Banyak wanita yang melakukan operasi di bagian vagina agar kembali prima seperti perawan. Ada dua jenis operasi vagina yang biasa dilakukan, yakni vaginoplasty dan labiaplasty. Apa perbedaan kedua operasi tersebut? Simak ulasan yang dihimpun Solopos.com dari Women's Wellness Institute, Selasa (8/5/2018), di bawah ini:

Vaginoplasty

Vaginoplasty dilakukan untuk mengencangkan vagina yang kendur akibat persalinan atau penuaan. Prosedur ini bisa memperbaiki kondisi vagina dalam, luar, dinding vagina, maupun bibir kemaluan. Tapi, biasanya yang paling sering mendapat perhatian adalah vagina bagian bawah. Selain melahirkan normal, vaginoplasty juga bisa dilakukan ketika otot vagina dan panggul seorang wanita melemah akibat pertambahan usia.

Labiaplasty

Labiaplasty dilakukan untuk memperbaiki bentuk bibir vagina. Yang perlu Anda ketahui, bentuk bibir vagina alias labia setiap wanita berbeda-beda. Ada sebagian wanita yang merasa tidak percaya diri dengan bentuk vagina mereka sehingga memilih memperbaikinya dengan jalan operasi. Dengan demikian, seorang wanita bisa membentuk bibir vagina sesuai dengan keinginan.

Lantas, manakah jenis operasi terbaik untuk meningkatkan kenikmatan saat berhubungan seksual? Menurut peneliti dari Women's Wellness Institute, vaginoplasty lebih cocok dilakukan karena bisa mengencangkan vagina. Setelah dioperasi, vagina akan menjadi lebih kencang dan sensitif terhadap rangsangan. Hal ini bakal meningkatkan kepuasan seks wanita.

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan Women's Wellness Institute, hampir 90 persen wanita merasa lebih percaya diri ketika berhubungan intim setelah melakukan vaginoplasty. Sementara itu, prosedur labiaplasty juga akan meningkatkan kepercayaan diri seorang wanita. Tapi, operasi ini tidak begitu berpengaruh pada kepuasan saat berhubungan intim. Sebab, banyak pria yang terkadang justru merasa tidak nyaman dengan perubahan bentuk bibir vagina pasangan mereka.

Dari penjelasan di atas, jelas jika vaginoplasty lebih manjur untuk meningkatkan kepuasan seks. Meski demikian, Anda perlu mempertimbangkan berbagai hal sebelum melakukan operasi vagina. Sebab, ada sejumlah risiko yang mungkin saja Anda alami setelah melakukan operasi tersebut.

Adapun risiko yang muncul akibat operasi vagina di antaranya adalah infeksi dan nyeri berkelanjutan. Jadi, sebaiknya Anda mempertimbangkan terlebih dahulu segala risiko sebelum melakukan operasi. Bicarakan rencana tersebut dengan pasangan Anda terlebih dahulu. Jika pasangan menyetujui, carilah dokter yang tepat dan utarakan semua permasalahan organ intim Anda.