Suka Kuliner Antimainstream? Satai Kuda dan Satai Kobra Ini Layak Dicoba

Seorang pedagang beraktivitas di salah satu stan di Festival Sate di Hartono Lifestyle Mall, Sabtu (12/5 - 2018). (Solopos/Hijriyah Al Wakhidah)
14 Mei 2018 19:15 WIB Hijriyah Al Wakhidah Lifestyle Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Misno, 42, menggenggam sepuluhan tusuk satai kemudian dicelupkan ke dalam panci kecil berisi bumbu kecap. Setelah seluruh daging dalam tusuk satai itu basah dengan bumbu, dia letakkan satai itu di atas arang. Kemudian dikipas-kipas satai itu hingga matang.

Seorang pelanggan telah menanti hidangan satai kuda milik Misno di area food court. Pelanggan itu rupanya penasaran dengan Satai Kuda Ringas di antara belasan menu satai di Festival  Satai Hartono Lifestyle Mall, Solo Baru, Sukoharjo, pada Sabtu (12/5/2018) itu.

"Dari sekian banyak satai, satai kuda ini yang paling bikin penasaran, kalau satai ayam sama satai kambing mungkin di luar banyak, bisa cari di mana saja ada, kalau satai kuda ini jarang. Mau coba satai kobra enggak berani," tutur seorang pengunjung Festival Sate, Yulianto, asal Sukoharjo.

Dia menyambangi Festival Satai di sela-sela mengantar anggota keluarga berbelanja di mal. Sesekali dia ingin merasakan sensasi makan satai di mal. "Biasanya makan satai di warung atau warung tenda. Di sini suasananya agak berbeda."

Hanya ada satu alasan Yulianto memilih satai kuda di antara sekian banyak pilihan satai. "Saya penasaran dengan rasanya. Katanya sih banyak juga khasiatnya tapi untuk kali ini saya hanya ingin mencicipi citarasanya. Ya, lumayan enak," ujar dia.

Misno biasanya berjualan satai kuda di kawasan Sidanklumprit, Mojolaban, Sukoharjo. Dia sudah bertahun-tahun menekuni usaha tersebut. Meski terkesan asing bahkan mungkin tak semua orang bersedia mencicipi  satai kuda, pada kenyataannya warungnya tak pernah sepi.

Setiap hari rata-rata dia jual 3-4 kilogram daging kuda. "Di festival ini peminatnya luar biasa. Festival yang berlangsung sejak Kamis [10/5] sukses bikin pengunjung mal penasaran. Sehari saya bisa habis 12 kilogram daging kuda," ujar dia.

Menurut Misno, selama ini kebanyakan pelanggan satai kudanya lebih banyak memburu khasiat. Konon, satai kuda bisa menyembuhkan sakit vertigo dan asam urat. Pernah ada seorang dosen salah satu universitas yang meneliti daging kuda yang dia jual dan hasilnya daging kuda adalah daging yang rendah kolesterol dan berkhasiat karena kuda tidak memiliki empedu.

"Kalau di warung memang pelanggan yang berburu khasiat tapi kalau di festival ini satai saya kebanyakan diburu pelanggan yang memang penasaran, saya tanya mereka banyak yang dari Semarang, Jogja, bahkan Jakarta."

Misno menjual satai kudanya seharga Rp30.000/porsi berisi lima tusuk satai ditambah seporsi nasi. "Kalau di warung juga harganya sama."

Satu lagi satai yang juga bikin penasaran pengunjung festival meski tak semua berani mencicipi yaitu satai ular  kobra. Pedagang Satai Kobra Pujasari, Yusuf, 22, mengatakan satai berbahan ular kobra itu punya pelanggan yang juga hampir sama dengan satai kuda yakni pelanggan yang ingin mengambil khasiat dari ramuannya.

"Katanya bisa menyembuhkan asma, gatal, batu ginjal," kata Yusuf, yang mengaku sehari-hari berjualan di Jl. Ir. Soekarno, Solo Baru, tak jauh dari Hartono Mall.

Dalam festival satai itu, Yusuf dan temannya, Taufik, mencoba peruntungan di mal. Hasilnya juga banyak yang ingin mencicipi. Daging satai kobra hampir mirip dengan daging ayam kampung namun teksturnya lebih kenyal menyerupai cumi-cumi.

Satu ekor ular kobra bisa untuk membuat 10 tusuk satai. Satai kobra dijual dengan harga Rp30.000 per porsi. Berani mencoba?