Hasil Penelitian: Indonesia Suka Buang Makanan

Ilustrasi buang makanan (One Green Planet)
17 Mei 2018 08:10 WIB Asteria Desi Kartika Sari Lifestyle Share :

Solopos.com, JAKARTA - Indonesia menjadi negara di peringkat kedua dengan kategori banyaknya limbah atau makanan yang terbuang atau food loss dan food waste.

Menurut Direktur dan Peneliti bidang Ekonomi Agribisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) Arief Daryanto masyaakat Indonesia sering kali hanya fokus pada cara untuk meningkatkan produksi makanan tanpa memikirkan bagaimana mengatasi tingkat food loss dan food waste.

Tokopedia

"Padahal food loss dan waste merupakan persoalan penting yang kini menjadi perhatian negara-negara di dunia karena dapat mempengaruhi ketahanan pangan di suatu negara, yang juga berimbas pada pemerataan kesejahteraan masyarakat, " kata Arief di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Dia menjelaskan food loss merupakan kehilangan pangan, atau makanan hilang sebelum sampai di tangan konsumen. Jadi kehilangan yang terjadi saat makanan dalam tahap pengolahan atau distribusi, sedangkan untuk food waste adalah kehilangan yang terjadi pada tahap konsumsi.

Lebih jauh, mengenai food loss dan food and waste, berdasarkan data dari FAO, sekitar 1,3 triliun ton makanan hilang setiap tahunnya di seluruh dunia dengan perincian tingkat kehilangan saat produksi sebesar 10%, kehilangan saat tahap pengolahan sebesar 1%, dan kehilangan saat pemasaran 6%.

"Itu akan berdampak pada beberapa aspek bisa ekonomi, culture, kesehatan, dan lingkungan, karena hal tersebut memiliki implikasi yang luas. Dengan mengurangi food loss dan food waste bisa menambah tingkat produktifitas," katanya.