Tips Kesehatan: Hindari Makan Mi & Sawi Saat Sahur, Ini Alasannya

Ilustrasi mi instan (thehealthorange.com)
18 Mei 2018 07:10 WIB Muhammad Rizal Fikri Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Puasa Ramadan mengharuskan pemeluk agama Islam untuk mengubah kebiasaan makan dan minum. Hal ini tentunya harus diperhatikan agar tak salah langkah saat mengonsumsi makanan sehingga memicu kondisi tak enak dan mengganggu jalanya ibadah puasa.

Makanan asam dan pemicu keluarnya asam lambung tak baik dikonsumsi terlalu sering atau terlalu banyak. Tak hanya itu, makanan dengan kandungan gas tinggi memicu keluarnya asam lambung tinggi dan sulit dicerna yang tentunya bisa menggangu kesehatan.

Kedua jenis makanan tersebut tak baik bagi Anda yang memiliki riwayat gangguan lambung atau mag. Untuk mencegah kambuhnya gangguan mag harus dikenali makanan yang memicu kenaikan asam lambung.

Berdasarkan database wawancara Solopos.com dengan konsultan gizi di Yogyakarta, Nurwanti, dua jenis makanan yang harus dihindari penderita gangguan maag saat puasa adalah mi instan dan sawi.

“Mi mengandung karbohidrat yang lengket. Sawi mengandung zat gas yang memicu meningkatnya asal lambung. Sehingga kombinasi mi dan sawi untuk berbuka atau sahur tidak baik bagi penderita gangguan mag,” jelas Nurwanti.

Selain dua makanan yang akrab dengan anak kos itu, jenis makanan dan minuman bergas lainnya yang harus dihindari saat puasa adalah minuman bersoda, olahan jus nangka, pisang ambon, kedondong, dan olahan kol.

Nurwanti menyarankan olahan kentang, brokoli, dan bubur sebagai santapan saat sahur atau berbuka. “Selain menetralisasi asam lambung, makanan tersebut juga memberi rasa kenyang lebih lama,” tegas Nurwanti.