Waspadai! 5 Gangguan Kesehatan Saat Puasa

Ilustrasi sembelit (Pictagram)
19 Mei 2018 04:00 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Puasa merupakan salah satu ibadah wajib yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Tapi, manfaat tersebut biasanya tidak akan terasa jika seseorang menjalankan pola makan yang salah. Alih-alih sehat, seseorang justru akan mengalami berbagai gangguan kesehatan saat menjalankan puasa. Mengapa demikian?

Perubahan pola makan merupakan hal umum yang memengaruhi kondisi tubuh saat puasa. Agar tidak jatuh sakit semakin parah, sebaiknya Anda wajib mewaspadai beberapa gangguan kesehatan yang kerap dialami saat puasa. Apa saja gangguan kesehatan tersebut? Simak ulasan yang dihimpun Solopos.com dari Huffington Post, Jumat (18/5/2018), di bawah ini:

Dehidrasi

Dehidrasi merupakan gangguan yang paling sering terjadi saat seseorang berpuasa. Maklum saja, saat berpuasa, seseorang tidak akan mendapat asupan makanan atau minuman apapun untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Padahal, aktivitas yang dilakukan seseorang saat berpuasa tidak jauh berbeda dengan biasanya.

Ciri khas tubuh yang mengalami dehidrasi adalah bibir pecah-pecah, kulit kering, dan urine berwarna serta berbau. Jika sudah demikian, Anda sebaiknya menambah asupan air yang dikonsumsi. Remaja dan orang dewasa dianjurkan minum delapan gelas atau sekitar dua liter air putih setiap hari agar tubuh tetap terhidrasi.

Peningkatan asam lambung

Gangguan kesehatan lain yang biasa terjadi saat seseorang berpuasa adalah peningkatan asam lambung. Asam lambung cenderung meningkat saat perut kosong. Guna menanggulangi rasa melilit di lambung, sebaiknya Anda jangan pernah melewatkan makan sahur. Selain itu, hindari konsumsi makanan penyebab meningkatnya asam lambung seperti kopi, soda, dan gorengan, saat berbuka puasa.

Kelelahan

Perubahan aktivitas saat bulan Ramadan biasanya juga membuat tubuh cepat lelah. Saat bulan Ramadan tiba, seseorang bakal bangun lebih awal untuk sahur. Sementara aktivitas di malam hari juga tak kalah padat, yakni mengikuti salat isya dan tarawih di masjid. Belum lagi berbagai acara seperti pengajian dan buka bersama. Jika kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi, maka tubuh akan cepat lelah. Oleh sebab itu, makanlah makanan yang bergizi. Jangan lupakan sayur dan buah dalam daftar menu sahur maupun berbuka.

Batuk

Kebiasaan mengonsumsi makanan manis saat berbuka puasa seringkali memicu radang tenggorokan. Minuman manis dan dingin yang menyegarkan ditambah berbagai kue dan gorengan yang dikonsumsi berlebihan lama-kelamaan membuat tenggorokan gatal dan menyebabkan batuk. Sebaiknya, makanan tersebut jangan terlalu sering dikonsumsi. Anda juga harus mengimbanginya dengan mengonsumsi air hangat, buah, dan sayur agar tidak mengalami radang tenggorokan.

Sembelit

Susah buang air besar menjadi masalah umum saat bulan Ramadan tiba. Pola makan tak teratur serta kurangnya asupan cairan menjadi pemicu utama sembelit. Agar buang air besar tetap lancar, jangan lupa untuk mengonsumsi makanan kaya serat dan cairan, seperti sayur dan buah.

Tapi, bukan berarti buah yang biasa diolah menjadi es. Sebab, es buah yang terlihat menyegarkan itu tidak mampu mencukupi kebutuhan serat. Jadi, sebaiknya Anda mengonsumsi buah-buahan segar yang kaya air, seperti melon, blewah, maupun semangka.

 

Tokopedia