Hukum Mencium Istri Waktu Berpuasa

Ilustrasi suami istri berciuman. (Istimewa - Shuterstock)
20 Mei 2018 10:45 WIB Jafar Sodiq Assegaf Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO — Mencium istri sendiri sah-sah saja. Tapi, bagaimana jika dilakukan saat berpuasa? Simak jawabannya kali ini sebagaimana pernah dimuat di Harian Umum Solopos, Jumat (12/7/2013) lalu.

Pertanyaan

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Pak Ustaz, nama saya Sularjo S.R., pekerjaan dagang, yaitu setor sembako keliling ke toko-toko di desa-desa. Kebetulan pada Minggu tanggal 7 April 2013 saya njagong tetangga mantu dan resespsi di gedung hotel di Solo. Pada hari Senin tanggal 8 April 2013 saya puasa sunah.

Pada hari itu istri saya mencoba memakai bedak yang baru dibeli dari toko. Melihat istri pakai bedak, secara spontan saya mencium istri saya sampai dua kali.

Pertanyaan saya, bagaimana hukumnya seorang suami mencium istri sampai dua kali padahal saya sedang berpuasa sunah?

Waktu mencium pertama biasa saja, tetapi pada ciuman kedua saya keluar mani, sehingga membasahi sarung saya. Lalu saya menjadi ragu-ragu, batalkah puasa saya dengan keluar mani?
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. [Warseno Adi, Sumber Nayu]

Ustaz Menjawab

Wa’alaikumsalam warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bapak Warseno Adi yang dirahmat Allah. Berapa usia Bapak? Pengantin baru apa sudah lama? Mencium istri bisa keluar mani biasanya pengantin baru, karena kalau masih pengantin baru nafsu syahwatnya masih kuat. Tetapi kalau sudah tua alias pengantin lama sukar untuk keluar mani.

Kalau Bapak sedang berpuasa lalu mencium istri sampai dua kali dan ciuman kedua keluar mani, maka puasanya menjadi batal. Kalau Bapak mencium istri tidak sampai keluar mani, maka hal itu tidak membatalkan puasa. Jadi orang sedang berpuasa lalu mencium istri itu dibolehkan walaupun sedang berpuasa.

Kalau Bapak mencium istri sampai keluar mani, maka Bapak terkena hukum wajib mandi junub (mandi besar) alias adus gajah. Jadi sebelum Bapak salat Asar, Bapak harus mandi junub terlebih dahulu. Kalau tidak keluar mani, maka tidak usah mandi junub.

Ada hadis riwayat Siti Aisyah, bahwa Nabi pernah mencium istrinya ketika beliau sedang berpuasa. Di samping Nabi mencium istri, Nabi juga bercumbu rayu dengan istrinya. Walaupun Nabi Muhammad SAW telah mencium dan bercumbu rayu dengan isteri, akan tetapi Nabi mampu menahan hawa nafsunya, dan tidak sampai keluar maninya.

Karena Nabi Muhammad SAW adalah orang yang sangat kuat menahan nafsunya. Jadi Nabi tetap berpuasa, dan tidak batal puasanya, karena tidak sampai keluar air mani.

Demikian jawaban Ustaz, semoga Pak Warseno Adi jelas adanya.