Menghirup Minyak Angin Saat Puasa, Batalkah?

Ilustrasi menghirup inhaler (NetDoctor)
24 Mei 2018 15:00 WIB Newswire Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO - Saat hidung tersumbat, untuk melegakan napas orang biasa menghirup minyak angin atau inhaler. Aroma yang dihirup, biasanya berupa aroma mentol atau mint yang menyejukkan. Lantas, bagaimana status puasa  jika menghirup minyak angin atau inhaler?

Rukun puasa, selain niat, adalah meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa. Salah satunya, makan dan minum. Para ulama menyebutkan secara lebih umum makan dan minum termasuk memasukkan sesuatu ke rongga tubuh yang terbuka.

Syekh Zakariya al-Anshari menyebutkan dalam Fathul Wahhab menyebut puasa adalah meninggalkan sampainya ‘ain – tidak termasuk aroma atau rasa sesuatu yang dhahir (bukan datang dari dalam badan) – ke dalam lubang yang terbuka.”

‘Ain yang membatalkan puasa ini bermacam-macam. Jika terkait hidung dan mulut, ‘ain bisa berupa makanan, minuman, obat, atau benda lainnya yang bisa masuk ke rongga pencernaan atau pernapasan. Bagaimana dengan aroma?

Sebagaimana dilansir situs Nu.or.id, Kamis (24/5/2018), aroma tidak termasuk ‘ain. Diperjelas oleh para ulama menghirup aroma uap itu tidak membatalkan puasa, sebagaimana menghirup aroma kemenyan atau aroma masakan. Syekh Abdurrahman Ba’alawi dalam Bughyatul Mustarsyidin menyebutkan:

“Tidak dianggap membatalkan puasa aroma yang dihirup, sebagaimana aroma asap kemenyan atau lainnya, yang terasa mencapai tenggorokan meskipun disengaja, karena bukan termasuk ‘ain (benda yang bisa membatalkan puasa).”

Dengan demikian, menghirup bau-bauan seperti minyak angin dan inhaler, tidak membatalkan puasa. Hal yang terpenting, jangan lupa menjaga kesehatan dan kebersihan diri selama berpuasa.

Tokopedia