Hukum Orang Berpuasa Tapi Tidak Salat

Ilustrasi salat (Pictagram)
24 Mei 2018 19:43 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Puasa merupakan ibadah spesial yang wajib dikerjakan muslim di bulan Ramadan. Segenap muslim di seluruh dunia menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan penuh suka cita. Bahkan, puasa menjadi salah satu ibadah yang dinantikan banyak orang.

Selain puasa, semua muslim juga wajib mengerjakan ibadah lain selama bulan Ramadan. Sekecil apapun amalan yang dikerjakan selama bulan Ramadan akan mendekatkan seorang hamba dengan Tuhan. Itulah sebabnya setiap muslim diperintahkan berloma-lomba dalam kebaikan dengan tidak meninggalkan kewajiban, salah satunya salat.

Salat merupakan ibadah wajib yang berada di urutan kedua rukun Islam. Salat merupakan ibadah wajib sebagai tiang agama yang tidak boleh ditinggalkan. Lantas, bagaimana jika orang yang berpuasa tapi meninggalkan atau sama sekali tidak mengerjakan salat? Apakah puasanya diterima?

Ulama ahli tafsir Alquran Indonesia, Quraish Shihab, mengatakan, puasanya orang yang meninggalkan salat tetap sah. Namun, orang tersebut juga melakukan dosa besar karena meninggalkan salat. "Orang yang puasa tapi tidak mengerjakan salat berdosa. Nanti di hari akhir, Allah akan menuntut setiap orang menyangkut semua kewajiban. Boleh jadi puasamu bagus, tapi tidak salat. Di situlah peran timbangan sangat penting," kata Quraish Shihab dalam video talkshow bersama Najwa Shihab, Shihab dan Shihab, yang dinukil Solopos.com, Kamis (24/5/2018).

Quraish Shihab menambahkan, salat adalah ibadah yang tidak bisa digantikan dengan apapun. Lain halnya dengan puasa, zakat, maupun haji.

"Puasanya tidak batal. Hanya saja, salat itu ibadah yang tidak ada gantinya. Kalau puasa masih bisa diganti di hari yang lain. Kalau salat kan tidak. Beda dengan puasa, kalau puasa tidak mampu bisa tidak puasa. Beda dengan zakat, kalau tidak punya uang boleh ditinggalkan. Tapi kalau salat, meskipun sakit Anda tetap wajib salat. Kalau tidak bisa berdiri, wajib duduk. Kalau tidak bisa duduk berbaring. Kalau tidak bisa berbaring dengan isyarat," tegas Quraish Shihab.

Penulis kitab Tafsir Al Misbah itu menegaskan seseorang tidak bisa melepaskan diri dari kewajiban salat. Oleh sebab itu, perintah salat disampaikan langsung oleh Allah kepada Nabi Muhammad melalui peristiwa Isra' Mi'raj.

"Salat adalah kewajiban yang begitu penting sehingga langsung disampaikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad agaknya tanpa perantara. Kalau perintah yang lain disampaikan melalui wahyu dengan perantara Malaikat Jibril. Tapi ini langsung Allah yang menyampaikan," tegas Quraish Shihab.

Salat mencegah seseorang melakukan kemungkaran. Oleh sebab itu, salah satu manfaat salat adalah mencegah perbuatan keji dan mungkar. Sebab, orang yang salat akan selalu merasakan kehadiran Tuhan dan akhirnya mencegah perbuatan keji.