Dalil Salat Tarawih 11 dan 23 Rakaat? Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Ilustrasi Salat Tarawih berjamaah (Youtube)
26 Mei 2018 00:10 WIB Muhammad Rizal Fikri Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Salat Tarawih berjamaah adalah ibadah rutin yang dilaksanakan di masjid setelah Salat Isya berjamaah selama bulan ramadan. Namun, selama ini ada perbedaan antara jumlah rakaat dalam Salat Tarawih. Ada yang 11 rakaat ada yang 23 rakaat, sah kah keduanya?

Terkait fenomena tersebut, Ustaz Abdul Somad pernah menjelaskan sejarah keduanya. Dikutip Solopos.com dari saluran Youtube Meong Channel, Jumat (25/5/2018), ustaz asal Asahan, Sumatera Utara itu mengawali penjelasan dengan imbauan jangan sampai ada pertikaian yang disebabkan karena perbedaan paham terkait jumlah rakaat Tarawih.

“Mau 23 atau 11 jangan sampai berkelahi. Kalau kalian berkelahi, nanti yang suka mereka yang tidak salat,” ucap Somad yang dikutip dari video Youtube berjudul Kenapa Tarawih Ada 11, Ada yang 21? Ustadz Abdul Somad, Lc.MA.

Abdul Somad menjelaskan sejarah rakaat Salat Tarawih. Salat Tarawih 11 rakaat itu contoh dari Nabi Muhammad Salallahualaihi wa Salam. “Pada masa pemerintahaan Umar bin Khattab, beliau mengangkat imam bernama Ubay bik Ka’ab. Saat Ubay menjadi imam, ia diminta Umar untuk 23 rakaat. Jangan dibenturkan, jangan ditanya ingin ikut Nabi atau Umar? Bukan begitu cara berpikirnya,” tegas Somad.

Ia kemudian mengutip sabda Nabi yang meminta umat muslim mengikuti sunah Nabi dan sunah Khulafaurasyidin. Somad melanjutkan, sejarang 11 rakaat itu karena di zaman Nabi surat yang dibaca panjang-panjang. “Pada masa Umar bin Khattab tak sanggup tegak terlalu lama, maka kata umar diminta membaca satu malam satu juz tapi rakaat ditambah menjadi 23,” terang Somad.

Bahkan saat zaman Umar bin Abdul Aziz ditambah menjadi 39 rakaat dengan witirnya. Namun surat yang dibaca semakin pendek. “Namun sekarang orang-orang lebih kreatif, rakaat sedikit bacaannya pun pendek,” seloroh Somad.

Di akhir ceramahnya Somad menegaskan tiap masjid berhak menentukan jumlah rakaat yang akan dilakukan, baik 11 atau 23. Semua pilihan baik karena sama-sama ada tuntunanya.

Berikut penjelasan lengkap Ustaz Abdul Somad lewat video unggahan channel Youtube Tafaqquh Online;