Bolehkah Salat Tahajud Setelah Witir?

Ilustrasi salat malam (Youtube0
27 Mei 2018 09:00 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Waktu pelaksanaan salat witir seringkali menjadi perdebatan. Kebanyakan orang megerjakan salat witir secara langsung selepas tarawih. Namun, ada beberapa orang yang meninggalkan jemaah tarawih untuk salat witir sendiri di rumah. Waktu pelaksanaannya pun beragam, yang paling sering adalah di sepertiga malam terakhir menjelang sahur.

Sementara orang yang sudah mengerjakan salat witir berjamaah biasanya ragu untuk menunaikan salat tahajud menjelang sahur. Keraguan itu muncul karena banyak orang mengatakan tidak ada salat lain setelah witir. Sebab, salat witir merupakan penutup dari salat malam. Lantas, sebenarnya bolehkah mengerjakan salat tahajud setelah witir?

Witir merupakan penutup bagi salat malam lainnya. Artinya, witir sebaiknya dilaksanakan paling akhir. Jadi, waktu pelaksanaannya pun sangat longgar, mulai setelah isya sampai menjelang subuh, sesuai dengan hadis Nabi Muhammad, "kerjakanlah salat witir sebagai akhir dari salat kalian di malam hari."

Tapi, jika khawatir tidak bangun di sepertiga malam terakhir, maka salat witir boleh dikerjakan setelah isya, atau tarawih di bulan Ramadan. Lalu, bolehkah sesorang menjalankan salat tahajud saat terbangun di sepertiga malam terakhir?

"Nabi Muhammad memang menganjurkan agar salat witir salat terakhir di malam hari. Tetapi, ini hanya anjuran. Karena itu, tidak mengapa bila setelah tarawih dan witir, Anda masih ingin melakukan mengerjakan salat tahajud. Jadi, Anda tidak perlu mengulangi salat witir lagi," kata Quraish Shihab dalam penjelasannya dalam video yang dinukil Solopos.com dari Youtube, Sabtu (26/5/2018).

Senada dengan Quraish Shihab, Ustaz Adi Hidayat juga berpendapat salat tahajud setelah witir diperbolehkan. Namun, hal itu bukanlah perkara yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah. "Salat tahajud setelah witir boleh saja dilakukan. Misal, Anda sudah mengerjakan witir berjamaah, kemudian sengaja bangun malam untuk tahajud, tidak ada masalah. Hanya saja, yang demikian itu bukan perkara yang sangat dianjurkan," terangnya.

Ustaz Adi Hidayat menambahkan, salat tarawih dan witir di bulan Ramadan merupakan sarana latihan salat malam yang diawalkan waktunya. "Rasulullah tidak mencontohkan salat tahajud setelah witir karena takut memberatkan. Kapan Anda tidur dan sahur kalau masih tahajud lagi? Jadi, sejumlah ulama bersepakat keadaan yang semacam ini kondisional saja," sambung dia.

Jika seseorang terbangun dan tidak memiliki kegiatan lain di malam hari, boleh saja dia tahajud. Tapi kalau menyengaja melakukannya memang tidak ada larangan. Hanya khawatir memberatkan. Nabi tidak suka banyak-banyak beramal lelah, kemudian tidak dilakukan lagi. Lebih baik sedikit tapi istikamah," tegas Ustaz Adi Hidayat.

Kemudian, apakah setelah mengerjakan salat tahajud harus witir lagi? Jawabannya tidak, sesuai dengan hadis yang menggambarkan perilaku Nabi Muhammad. "Ada hadis berbunyi, tidak ada dua witir dalam satu malam. Jadi, setelah tahajud tidak perlu witir lagi kalau tadi sudah dilakukan setelah tarawih," terang Ustaz Adi Hidayat.

Tapi, ada juga ulama yang berpendapat boleh witir lagi jika salat tahajud dikerjakan setelah bangun dari tidur. Hal itu juga sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad. "Jadi, mau witir boleh. Tidak juga tidak apa-apa," tegas dia.