6 Kebiasaan yang Bikin Puasa Ramadhan Rusak

Ilustrasi buka puasa bersama di masjid (Antaranews)
30 Mei 2018 02:45 WIB Muhammad Rizal Fikri Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Semua umat Islam saat bulan Ramadan pastinya ingin segala amal ibadahnya, terutama agar ibadah puasa benar-benar berbuah berkah. Mereka tak ingin jerih payah tanpa makan dan minum sehari penuh hanya berbuah lapar dan dahaga.

Dalam salah satu ceramahnya, Almarhum Ustaz Zainuddin MZ pernah menyinggung enam hal perusak amalan seseorang termasuk amalan puasa Ramadan. Tausiyah tersebut diunggah di channel Youtube KH Zainuddin MZ – Ceramah Islami, 5 April 2018.

Dalam ceramahnya, Zainuddin MZ membahas sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ad-Dailami dari Addi bin Hatim. “Rasullullah SAW pernah bersabda, ada enam amalan yang bisa merusak suatu amal. Merusak salat, puasa, zakat,bahkan haji kita,” ucap Zainuddin MZ membaca arti hadis tersebut.

Adapun enam kebiasaan yang harus dihindari itu antar lain;

1. Orang yang terlalu sibuk mencari-cari kekurangan orang lain

Mencari dan membahas kekurangan orang lain sekarang ini seperti hal yang biasa. Orang-orang tak malu melakukannya. Acara televisi hingga media sosial menjadi ajang menyebarkan keburukan orang lain.

2. Orang yang keras hati

Yang dimaksud keras hati adalah orang yang hatinya tertutup untuk menerima kebenaran. Hidupnya mirip peribahasa Katak di bawah Tempurung. “Nah, saat seseorang tak mau menerima kebenaran, kita merasa menjadi yang paling benar,” jelas Zainuddin.

3. Terlalu cinta dunia

Dalam ceramahnya, Zainuddin menegaskan, cinta dunia bukan hal yang salah. Namun saat sudah keterlaluan dan berlebihan barulah sikap itu salah. Orang-orang yang terlalu cinta dunia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya.

“Selama di bulan Ramadan, kita biasa menghadapi renungan-renungan bahwa dunia adalah sesuatu yang bersifat sementara. Sering saya sampaikan, ini dunia, ambil yang memang perlu, nikmati yang memang boleh. Kalau bisa jangan gagal di dunia, namun kalaupun gagal, kita masih punya akhirat. Ini yang menyebabkan kita di dunia takmenghalalkan segala cara. Kita yakin semua ada pertanggung jawabannya nanti di akhirat,” jelas Zainuddin.

4. Sedikit rasa malu

Seperti yang sudah dijelaskan di poin pertama. Sekarang ini banyak orang terang-terangan membahas aib orang lain. Mereka semua tampak sudah tidak malu, padahal malu adalah sebagian dari iman.

Tingkat rasa malu ini benar-benar diuji di bulan Ramadan. Saat kita sedang berpuasa dan ada godaan untuk membatalkan puasa. Kita tidak melakukannya meski makan bisa dilakukan sembunyi-sembunyi tanpa ada orang yang tahu. Itu tanda kita malu dengan Allah yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui.

5. Terlalu panjang angan-angannya

Setiap manusia dimotivas agar memiliki impian atau cita-cita. Namun impian itu harus diikuti dengan usaha untuk mewujudkan. Allah tidak suka orang yang hanya berangan-angan mengenai impiannya tanpa mau berusaha mewujudkannya.

“Silahkan saja, cita-cita digantungkan setinggi bintang di langit. Tapi kakiharus tetap berpijak di bumi. Kaki harus berpijak pada realitas,” tegas Zainuddin.

6. Tak berhenti berbuat zalim

Zalim merupakan sifat bengis yang tidak menaruh belas kasihan. Bagi Anda yang memiliki rezeki berlebih, jaringan berlebih, atau kemampuan berlebih, jangan sampai itu semua menjadi jalan untuk berbuat zalim, baik disengaja ataupun tidak.

Tokopedia