Tips Fashion: Sering Gonta-Ganti Warna Rambut? Tak Masalah!

Agnes Monica (Instagram)
31 Mei 2018 09:30 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Mewarnai rambut telah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian orang, terlebih para pesohor Tanah Air. Selain kerap mengubah gaya tampilan rambut, mereka juga mengecatnya untuk memberi suasana baru.

Salah satu pesohor yang sering gonta-ganti warna rambut adalah Agnes Monica. Sejak awal kemunculannya di belantika sorot kamera, penyanyi yang sudah go international ini pernah menjajal berbagai warna rambut.

Potongannya pun beragam mulai dari harajuku, bob berponi, hingga cepak. Dalam satu tahun, ia bahkan bisa mengubah warna rambutnya lebih dari tiga kali. Dia sering mengecat rambut hitamnya menjadi cokelat highlight pirang, abu, cokelat, metalik sampai rose gold. Seluruh warna-warni yang terkadang tak biasa itu tampak membingkai wajahnya dengan apik.

Sedangkan dari dunia beauty blogger, ada nama Janine Intansari yang selalu berganti gaya rambut dalam beberapa bulan sekali. Dara yang kerap dipanggil Jennah ini seolah menjadi inspirasi anak muda  untuk berganti warna rambut. Lewat akun Instagramnya, @janineintansari ia kerap memilih warna-warna ngejreng seperti pink, ungu, merah terang, pirang, cokelat, biru, sampai hijau.

Di Instagram dan akun Youtubenya, Jennah sering berbagi tips mengecat rambut sendiri, memilih pewarna yang oke, sampai perawatannya. Saat mengganti warna rambut, Janine juga turut mewarnai alisnya. Selain Janine, blogger lain yang sering ganti warna rambut adalah Marischka Prudence. Travel blogger ini sering kedapatan mewarnai rambutnya menjadi hijau, silver, cokelat, sampai merah maroon.

Berbeda dengan para pesohor tersebut, salah satu penghobi cat rambut, Yuliana, 24, mengaku tak berani memilih warna-warna ngejreng. Ia lebih menyukai warna tiarap seperti cokelat, merah gelap, dan biru kehitaman. “Soalnya kalau di Solo, ada warna mencolok sedikit langsung jadi pusat perhatian. Padahal sebenarnya sudah menjadi tren yang tidak asing. Jadi saya memilih warna aman saja,” kata dia kepada Solopos.com, Rabu (30/5/2018).

Yuliana menyebut alasan lain memilih warna kalem adalah tingkat pewarnaan yang lebih cepat. Jika memilih warna-warna terang, setidaknya rambut harus diputihkan baru kemudian diwarnai sesuai keinginan. Proses pemutihan rambut itu terkadang melelahkan dan sedikit menyakitkan. Karena dasar rambut yang pigmen alaminya hitam diobati sedemikian rupa sehingga menjadi putih atau dihilangkan warna aslinya.

“Proses pemutihan ini terkadang membuat rambut rusak dan sulit diperbaiki. Karena proses pemutihan ini kan membuka lapisan kutikula rambut, jadi rambut gampang kusut. Apalagi kalau pengin warna cat rambutnya benar-benar terang, proses pemutihan kadang harus berulang. Kalau cuma sekali, bisa jadi helai rambut hanya berwarna kekuningan atau belum putih,” tuturnya.

Dalam sekali cat rambut, Yuliana tak segan merogoh kocek ratusan ribu rupiah lantaran memilih cat rambut yang berkualitas. Ia enggan mengambil risiko cat rambut murah yang bisa merusak rambut atau bahkan membuatnya rontok.

“Warna rambut inipun semakin lama akan luntur jadi harus diulang. Nah, untuk perawatan rambut berwarna, saya menggunakan kondisioner setelah keramas, kemudian vitamin rambut atau terkadang hair tonic,” pungkasnya.