Amalan Rasulullah di Malam Lailatul Qadar

Ilustrasi berdoa (IslamiCity)
01 Juni 2018 15:30 WIB Newswire Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO - Salah satu keistimewaan dan keutamaan Bulan Ramadan  adalah malam lailatul qadar. Setiap muslim berharap bertemu dengan malam tersebut karena malam lailatul qadar terbaik dari seribu bulan.

Rasulullah SAW tidak menjelaskan secara pasti kapan terjadi lailatul qadar. Para ulama pun beda pendapat mengenai hal ini. Tujuan dari perahasiaan kedatangan malam ini adalah agar umat Islam selalu beribadah dan memperbanyak amal saleh sembari berharap bertemu lailatul qadar.

Sebagaimana dikutip Solopos.com dari Nu.or.id, Jumat (1/6/2018), Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar menjelaskan ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan di malam lailatul qadar.

“Kami riwayatkan dari sanad yang shahih dalam kitab al-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan lain-lain bahwa Aisyah pernah berkata, “Wahai Rasulullah, andaikan aku mengetahui lailatul qadar, apa yang bagus aku baca?” Rasulullah menjawab, “bacalah Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku).”

Disunahkan memperbanyak baca doa ini, baca Alquran, zikir, dan doa-doa yang disunahkan pada tempat atau waktu yang mulia. Imam As-Syafi’I berkata, “aku menyukai memperbanyak ibadah tersebut di siang hari sebagaimana di malam hari.”

Dianjurkan juga memperbanyak doa-doa yang penting bagi umat Islam. Ini tanda orang-orang saleh dan hamba Allah yang arif.

Berdasarkan penjelasan Imam An-Nawawi, ada beberapa amalan yang biasa dilakukan pada lailatul qadar. Meskipun kita tidak tahu secara pasti kapan datangnya lailatul qadar, yang penting amalan ini dilakukan selama bulan Ramadan, khususnya sepuluh terakhir Ramadan.

Di antara amalan yang bisa dilakukan adalah memperbanyak baca doa: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku)

Dianjurkan juga memperbanyak baca Alquran, zikir, dan doa-doa yang bermanfaat untuk umat Islam. Dalam pandangan Imam As-Syafi’i, amalan ini sebaiknya tidak hanya dilakukan di malam hari saja, tapi juga diperbanyak siang hari. Pasalnya, ia sendiri sangat menyukai melakukan amalan ini di siang hari, sebagaimana kesungguhannya di malam hari.