Ini Dampak Negatif Abu Vulkanik

Atap rumah warga di Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali, tertutup abu dampak erupsi Merapi, Jumat (1/6 - 2018). (Istimewa/Pemkab Boyolali)
02 Juni 2018 07:00 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Gunung Merapi kembali meletus, Jumat (1/6/2018), sekitar pukul 08.20 WIB. Menurut informasi dari Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), letusan tersebut terjadi sekitar dua menit. Namun, dampak letusan Gunung Merapi sangat luar biasa.

Meletusnya Gunung Merapi menyebabkan hujan abu di beberapa wilayah, mulai dari Boyolali, Salatiga, Semarang, hingga Solo. Bahkan, Bandara Adi Soemarmo Solo dan Ahmad Yani Semarang ditutup akibat hujan abu vulkanik Gunung Merapi. Sebab, abu vulkanik juga mengganggu transportasi udara.

Debu vulaknik yang meleleh bakal membeku pada turbin, kemudian menggumpal dan menghalangi aliran udara normal. Jika hal itu terjadi, maka mesin pesawat terbang bakal mati. Abu vulkanik juga memengaruhi indikator bahan bakar pesawat. Saat terkena debu vulkanik, indikator bakal memberi notifikasi jika mesin dalam keadaan dingin. Alhasil, pemakaian bahan bakar meningkat yang berakibat pada kenaikan suhu mesin dan kerusakan tubin. Selain itu, abu vulkanik juga membuat jarak pandang pilot terbatas.

Bukan hanya penerbangan, paparan abu vulkanik juga menimbulkan masalah kesehatan. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau memakai masker guna melindungi diri dari abu vulkanik. Mau tahu, apa saja dampak negatif yang ditimbulkan abu vulkanik bagi kesehatan? Simak ulasan yang dihimpun Solopos.com dari Forbes, Jumat (1/6/2018), di bawah ini:

Iritasi salura pernapasan

Meski tidak pekat, abu vulkanik tetap berbahaya bagi kesehatan manusia. Oleh sebab itu msyarakat diimbau untuk melindungi diri dari abu vulkanik dengan mengenakan masker. Abu vulkanik mengandung berbagai partikel debu, kerikil, termasuk logam, dan berbagai zat berbahaya lain yang ada di dalam perut bumi. Bagian tubuh yang laing terpengaruh abu vulkanik adalah sistem pernapasan. Abu yang terhisap dapat menginfeksi saluran napas, yang ditandai dengan gejala asma.

Iritasi mata

Jangan sampai abu vulkanik masuk ke mata. Usahakan selalu lindungi mata dengan memakai kacamata agar abu vulkanik tidak mengiritasi. Mata yang teriritasi biasanya akan memerah dan terasa gatal hingga panas. Jika sudah begini, segeralah bilas mata dengan air mengalir dan pakailah obat tetes mata.

Gatal

kulit yang terpapar abu vulkanik bersifat asam menyebabkan gatal, iritasi, bahkan infeksi. Iritasi pada kulit bisa terjadi akibat perubahan kualitas air yang tercemar abu vulkanik.

Nah, itulah sejumlah dampak negatif abu vulkanik bagi penerbangan dan kesehatan manusia. Guna menghindari dampak negatif itu, pastikan Anda tidak mengonsumsi air yang tercemar. Kurangi aktivitas di luar rumah. Jika terpaksa keluar rumah, pakai masker dan kacamata untuk melindungi diri.