Iktikaf, Sarana Introspeksi Diri di Bulan Suci

Ilustrasi iktikaf di masjid (Youtube)
03 Juni 2018 00:00 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Bulan Ramadan hampir berlalu. Sejumlah masjid mulai didatangi oleh sejumlah orang yang ingin melakukan iktikaf. Iktikaf merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan dikerjakan pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan.

Imam Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin menjelaskan, secara bahasa iktikaf berarti menahan. Sedangkan dalam syariat Islam, iktikaf artinya berdiam diri di masjid untuk beribadah dalam jangka waktu tertentu. Dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar dari Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan bahwa Nabi Muhammad gemar melakukan iktikaf pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan. "Rasulullah selalu beriktikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan," demikian bunyi hadis tersebut.

Iktikaf memang bukan amalan wajib. Tapi, amalan ini sangat dianjurkan di bulan Ramadan untuk melatih pribadi menjadi lebih disiplin, mencintai masjid, sekaligus menyongsong datangnya lailatulkadar. Bahkan, ada sejumlah masjid yang mengadakan acara khusus bernama Mabit alias malam bina iman dan takwa pada 10 hari terakhir di bulan ramadan. Acara ini digelar untuk mengajak umat muslim beriktikaf guna menyambut datangnya lailatulkadar.

Lailatulkadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Nabi Muhammad memang tidak menjelaskan detail kapan lailatulkadar terjadi. Tujuan dari perahasiaan datangnya lailatulkadar agar umat Islam selalu beribadah dan memperbanyak amal salih sejak awal Ramadan.

Menurut Ustaz Abdul Somad, iktikaf dilakukan untuk membiasakan seseorang menjauh dari ingar-bingar duniawi. Dengan cara itu, hati seseorang bakal lebih mengingat Tuhan dan menyadari segala kesalahan.

"Iktikaf dilakukan agar seseorang, baik pria maupun wanita, bisa lebih dekat kepada Allah dan menjauhi ingar bingar duniawi. Dengan begini, hati bakal lebih mengingat Tuhan. Ingat akan dosa dan meminta ampun kepada Allah. Iktikaf merupakan sarana introspeksi," terang Ustaz Somad dalam video ceramah di Youtube yang dinukil Solopos.com, Sabtu (2/6/2018).

Adapun keutamaan iktikaf adalah memperbarui iman dan semangat beribadah. Sebab, dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Rasulullah sangat mencintai orang yang gemar beriktikaf di bulan Ramadan. Iktikaf bisa dilakukan dengan memanfaatkan waktu longgar, terutama di malam ganjil. Sejumlah ulama menyebut jika lailatulkadar jatuh pada malam ganjil pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan.

Muslim yang sedang beriktikaf dianjurkan untuk senantiasa berzikir, membaca Alquran, salat sunah, mendengarkan tausiyah, berdiskusi, atau melakukan ibadah lain. Semua ibadah itu dilakukan sebagai sarana mendekatkan diri dan memohon ampunan kepada Allah.