Trik Menghadapi Pertanyaan “Kapan Nikah?” Menurut Psikolog

Ilustrasi bingung (iBelieve)
12 Juni 2018 10:40 WIB Newswire Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Hari Raya Idulfitri disambut sukacita dengan berkumpul bersama keluarga. Di momen tersebut, biasanya ada pertanyaan pamungkas yang kerap dilontarkan kepada orang yang masih lajang, seperti “kapan nikah?”

Pertanyaan tersebut mungkin terasa sedikit mengganggu bagi sebagian orang. Menurut psikolog anak dan keluarga, Vera Savira, Anda tak usah menanggapinya terlalu serius. Biasanya pertanyaan tersebut adalah untuk sekadar basa-basi untuk mencairkan suasana.

"Santai saja. Jangan dimasukkan ke hati. Jawab sambil senyum saja. Jadi si penanya enggak ada peluang untuk menanyakan lebih jauh," ujarnya sebagaimana dilansir Suara.com, Selasa (12/6/2018).

Vera menambahkan, jika Anda memilih menanggapinya secara serius, maka hal ini akan berpengaruh ke suasana hati. Akibatnya momen silahturahmi di hari Lebaran yang seharusnya jadi ajang bermaaf-maafan pun menjadi kacau balau.

"Kalau ditanggapi serius, otak akan berputar dan mempengaruhi mood. Suasana jadi enggak enak," tambah dia.

Menurut Vera, menanggapi dengan santai pertanyaan basa-basi dapat dengan mudah dilakukan. Pasalnya, manusia memiliki kemampuan untuk menyikapi kondisi dengan santai atau justru berat.

"Kalau dianggap beban, ya jadi beban dia. Tapi kalau kita santai menanggapinya siapa tahu bisa jadi doa," tandasnya.

Sumber : Suara.com