Puasa Syawal atau Bayar Utang Ramadan Dulu?

Ilustrasi orang yang menjalankan puasa (Youtube)
18 Juni 2018 06:00 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Bulan Ramadan telah berlalu. Kini, semua muslim tengah merayakan Hari Raya Idulfitri yang jatuh di bulan Syawal. Umat Islam dianjurkan berpuasa selama enam hari di bulan Syawal jika ingin mendapatkan pahala setara dengan puasa setahun lamanya.

Pahala puasa Syawal yang begitu besar tak pelak membuat banyak orang mengerjakannya. Namun, bagi para wanita yang punya utang puasa biasanya bingung. Mana yang sebaiknya dikerjakan terlebih dahulu antara membayar utang atau mengerjakan puasa Syawal terlebih dahulu?

Pakar tafsir Alquran Indonesia, Quraish Shihab, dalam video ceramah di Youtube yang dinukil Solopos.com, mengatakan mendahulukan berpuasa untuk membayar utang puasa Ramadan lebih diutamakan.

"Kalau ditanya mana yang lebih utama, antara bayar utang Ramadan atau berpuasa Syawal, maka jelas lebih baik bayar utang puasa Ramadan. Karena puasa Ramadan wajib," terangnya.

Senada dengan Quraish Shihab, Ustaz Abdul Somad juga mengutarakan hal yang sama. Menurutnya, mendahulukan membayar utang puasa Ramadan lebih baik dibanding berpuasa Syawal.

"Yang punya utang puasa, maka dibayar dulu. Baru puasa Syawal enam hari. Puasa Syawal itu sunah. Sedangkan mengganti puasa Ramadan hukumnya wajib," kata Ustaz Abdul Somad.

Puasa Syawal memiliki keutamaan yang luar biasa. Bagi yang mengerjakan puasa Ramadan dengan sempurna, tanpa bolong barang sehari dan mengerjakan puasa Syawal enam hari, maka pahalanya sama dengan berpuasa satu tahun penuh.

"Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia mendapat pahala seperti puasa setahun penuh," hadis riwayat Muslim.

"Sebaiknya mengerjakan yang wajib dulu baru yang sunah. Jadi, bayar utang puasa Ramadan dulu baru puasa Syawal," tutur Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Karanganyar, K.H. Ahmad Hudaya, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (17/6/2018).

Tidak ada ketentuan pasti kapan utang puasa Ramadan dibayarkan. Sebab, utang puasa bisa dibayar dalam jangka waktu yang longgar. Namun, jika sampai datang Ramadan tahun berikutnya tidak dibayar, maka para ulama terdahulu bersepakat orang tersebut wajib membayar utangnya dua kali lipat.

"Kapanpun bisa dibayar utang puasa Ramadan itu. Tapi, yang namanya utang, lebih cepat diselesaikan lebih baik. Para ulama sepakat yang mengutang harus bayar dua kali lipat," sambung Ahmad Hudaya.