Tips Semangat Kerja Setelah Liburan Panjang

Pekerja - JIBI/Felix Jody Kinarwan
30 Juni 2018 07:20 WIB Asteria Desi Kartika Sari Lifestyle Share :

Solopos.com, JAKARTA — Libur panjang telah usai. Waktu bersantai berakhir dan saatnya kembali beraktivitas seperti biasa. Mengembalikan kebiasaan yang berubah selama liburan menjadi kebiasaan rutinitas sehari-hari bukanlah hal yang mudah.

Konsultan kesehatan Edward Yong mengatakan terdapat beberapa tips yang dapat memulihkan tubuh dari kelelahan setelah libur panjang dan siap memulai hari-hari produktif lagi.

“Penting sekali bagi kita mengembalikan kebugaran tubuh sebelum memulai bekerja dan beraktivitas kembali. Optimalnya, sediakan setidaknya 24 jam sebelum memulai hari pertama bekerja,” ujar Edward melalui keterangan tertulis, Jumat (29/6/2018).

Kenyataannya, setelah libur panjang sering merasa lelah dan enggan untuk beraktivitas, sekalipun aktivitas kecil yang belum memadat pada pekan pertama bekerja. Hal ini lumrah dikenal sebagai "Jet Lag Sosial", karena selama liburan, pola dan gaya hidup kita berubah.

Dia mengatakan tidur larut malam, mematikan alarm di pagi hari sehingga bangun lebih siang. Semenetara dari sisi makanan sering mengkonsumsi junk food atau camilan, ditambah jarang berolahraga menjadi gaya hidup baru kita selama liburan. Kondisi ini membuat tubuh kita melawan ritme sirkadian dan membutuhkan waktu beberapa hari untuk beradaptasi dan kembali normal.

Edward menyarankan, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengatur ulang pikiran kita dengan mengatakan bahwa liburan hampir usai. Anda bisa melakukan meditasi atau mengikuti kelas yoga sebagai cara alami untuk menenangkan tubuh dan perlahan mengembalikan mood untuk kembali bekerja.

Menenangkan pikiran melalui yoga dan meditasi juga membantu untuk memacu tingkat produksi hormon serotonin (hormon kebahagiaan) di dalam tubuh kita. Kalau Anda bukan tipe orang yang biasa melakukan yoga, cobalah cara lain untuk berolahraga, seperti berjalan kaki jarak jauh atau mengikuti kelas dance sebagai alternatif.

Dengan berolahraga, otak akan melepaskan hormon endorfin serta dapat membantu membuat otot menjadi rileks dan menurunkan tekanan pada tubuh.

Setelah kembali dari perjalanan panjang liburan atau mudik dari kampung halaman atau mengalami kepadatan musim liburan, menurutnya sangatlah penting untuk kita mengembalikan kebugaran dan menghadiahi tubuh dengan tidur yang berkualitas. “Ada tiga elemen dalam tidur yang berkualitas, yaitu durasi, kontinuitas dan tingkat kenyenyakan,” katanya.

Oleh karena itu, guna mengoptimalkan ketiga elemen tersebut, kita harus mempertimbangkan kenyamanan, yang sangat berkaitan dengan kualitas tempat tidur atau matras tidur. Edward menyarankan untuk menggunakan peralatan tidur yang kondusif dan mulai menggunakan matras yang baik dengan sifat peremajaan.

Sementara itu, dokter kimia Maki Takada dari Universitas Toho, Jepang, mengatakan bahwa ion negatif pada terapi potensial elektrik memiliki pengaruh yang sempurna untuk cairan tubuh, serta sel dan saraf.

Ketika tubuh sedang berada dalam jangkauan elektrik negatif, ion kalsium dan ion sodium dalam peredaran darah pada tubuh akan meningkat, sehingga hal ini dapat memurnikan tubuh kembali dan mengubah ion kalsium dan ion sodium menjadi alkalin ringan.Amlife International, spesialis kesehatan tidur, menerapkan teknologi tersebut melalui terapi pada matras tidur yang dapat memulihkan kesehatan tubuh dan menjadi terapi penyembuhan ketika pengguna sedang tidur atau beristirahat.

Selain berolahraga dan meningkatkan kualitas tidur, Edward mengingatkan pentingnya asupan nutrisi yang cukup. Dia menekankan pentingnya diet alami untuk memenuhi kebutuhan tubuh dan menangkal gejala depresi.

“Beberapa pasien mengalami kecemasan sebelum liburan berakhir dan hal itu merupakan akar dari insomnia yang pastinya mempengaruhi mood di hari pertama kembali bekerja,” ungkapnya.

Mneurutnya, kacang-kacangan, buncis dan biji-bijian yang kaya akan vitamin B sangat baik dikonsumsi karena mempunyai dampak menenangkan tubuh, meningkatkan mood dan membantu mengurangi kecemasan.

Selain itu, untuk meningkatkan mood setelah libur panjang, Edward juga menyarankan untuk membaca buku atau melihat kembali daftar tujuan yang sudah ditulis di awal tahun. Membaca buku motivasi atau buku yang berkaitan dengan strategi baru yang akan diimplementasikan di tempat kerja dapat menjadi awal yang baik untuk mengingatkan otak agar dapat move on dari liburan.

“ Periode tengah tahun seperti ini juga merupakan waktu yang tepat untuk mengevaluasi kembali daftar pencapaian untuk bersiap meningkatkan performa kerja di semester berikutnya,” katanya.